Membongkar Inti Agama Saksi Yehuwa: Kristen Sejati, Sesat atau Kultus?

bagaimana memilih agama kristen yang baik?
Bagaimana Memilih Agama Kristen Yang Baik Dan Sejati?
SALAH SATU FAKTOR yang mempengaruhi manusia dalam berpikir, berperilaku, berpandangan hidup, berinteraksi dengan sesama, bahkan kehidupan kekal dan lain-lain hal adalah agama kepercayaan yang dianutnya. Dan bagi Saudara yang sedang belajar dengan Saksi Yehuwa ingin menjadi seorang Saksi atau ingin mengetahui siapa dan apa ajaran Saksi-Saksi Yehuwa sebenarnya, silahkan pelajari thread artikel ini yang akan memberikan panduan rangkuman isi blog ini.

Organisasi Saksi Yehuwa Mencatut Nama Allah Dan Yesus Kristus!

saksi yehuwa patuh dan taat secara absolut mengikuti manusia mengaku wakil dan pengganti Allah adalah budak manusia
Manusia Patuh Dan Taat Absolut Adalah Budak Manusia
ARTIKEL CONTOH KULTUS memanipulasi: Kebebasan Memilih membahas bahwa para anggota kultus merasa dan mengira dirinya memiliki kebebasan memilih untuk melakukan apa yang diinginkannya sesuai dengan hati nurani dan daya nalarnya. Faktanya tidaklah demikian. Anggota kultus sebenarnya berada di dalam sebuah “ilusi kontrol” (baca di sini). Ini seperti melihat sebuah pertunjukkan sulap yang diperform oleh David Copperfield di mana kita melihat secara nyata patung Liberty hilang di hadapan kita. Apakah benar patung Liberty hilang? Tentunya, tidak. Jika tidak hilang mengapa kita tidak dapat melihatnya? David Copperfield memanfaatkan suatu teknik magic trick yang sedemikian manipulatif sehingga menipu indera penglihatan kita seolah-olah patung tersebut hilang.

Manipulatif Kultus: Hubungan Menjadi Budak Manusia dan Bebas Berpikir

saksi yehuwa hanya boleh memakan mencerrna dan menyerap makanan badan pimpinan tanpa boleh mempertanyakannya dan mengkritiknya
ALKITAB MENGAJARKAN ORANG Kristen boleh berbeda pemahaman tetapi harus memiliki satu iman, satu Tuhan dan satu baptisan (Efesus 4:5, dibahas di sini) karena Paulus dalam tulisannya di Roma 14:1-12 mengajarkan boleh adanya perbedaan pemahaman. Mengapa boleh? Karena pada akhirnya setiap orang “akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah” (Roma 14:12). Apa artinya? Karena setiap individual harus mempertanggung-jawabkan segala sesuatunya kepada Allah maka ia harus benar-benar yakin dengan kebenaran yang dipercayainya. Kita tidak dapat mengandalkan dan menggantung pemahaman kita kepada orang lain karena mungkin saja pemahamannya keliru. Menggantungkan keyakinan kita kepada orang lain berarti menggantungkan keselamatan kekal kita kepadanya. Kita adalah manusia celaka dan paling bodoh jika demikian!

Badan Pimpinan Membentuk Pola Pikir Saksi Yehuwa

Memaksakan Kehendak, Masuk Akalkah? 
MAJALAH MENARA PENGAWAL 15 Sept. 2015, hlm. 10 membahas hal yang sangat menarik untuk dikaji yaitu bagaimana organisasi Saksi Yehuwa menyarankan para anggotanya, Saksi-Saksi Yehuwa bersikap “masuk akal” untuk  tidak memaksakan sarannya kepada orang lain. Dalam contoh kasusnya, majalah tersebut mengillustrasikan sepasang suami istri yang mendesak teman-temannya untuk minum suplemen makanan tertentu. Tentunya suami istri itu berhak memutuskan bagi diri mereka sendiri untuk mencoba sumplemen dan diet tertentu, tetapi sangatlah lucu jika pasangan tersebut memaksakan kehendaknya kepada teman atau saudaranya turut juga mencobanya, bukan? Mengapa? Karena keuangan dan yang utamanya kebutuhan akan suplemen dan diet tertentu tentunya berbeda pada masing-masing individu, bukan?

Saya percaya apa yang dikatakan oleh majalah Menara Pengawal itu sangatlah masuk akal. Berikut kutipannya:

Contoh Pemimpin Kultus Memanipulasi: Kebebasan Memilih

anggota kultus saksi yehuwa hidup dalam ilusi kontrol bebas memilih dan menentukan sendiri
Anggota Kultus Hidup Dalam Ilusi Kontrol Bebas Memilih
STEVE HASSAN MENGATAKAN “Kunci keberhasilan kontrol pikiran (cuci otak) terletak pada kehalusannya, cara mempromosikan “ilusi kontrol”. Seseorang percaya bahwa dia “membuat pilihan sendiri,” padahal sebenarnya dia telah terpengaruh secara sosial untuk melepaskan pikiran kritis dan kemampuan pengambilan keputusannya sendiri. Dengan kata lain, dia percaya bahwa dia bebas memilih untuk menyerahkan kehendak bebasnya kepada Tuhan atau kepada seorang pemimpin atau ideologi. Ketika seseorang mengambil langkah mundur dan mengevaluasi secara objektif sejumlah besar pengaruh sosial yang digunakan terhadapnya agar membuatnya “menyerahkan dirinya”, tingkat manipulasi menjadi sangat jelas(baca Apakah Cuci Otak? untuk lebih jelasnya)

Apa yang dikatakan oleh Hassan merupakan sebuah kebenaran yaitu sebenarnya, anggota kultus hidup dalam sebuah “ilusi kontrol”; ia hanya merasa dan mengira memiliki kebebasan untuk membuat pilihannya sendiri berdasarkan keinginan dan kehendaknya. Padahal fakta berbicara sebaliknya. Ia tidak memiliki kebebasan dalam menentukan pilihannya sendiri. Ia tidak mampu membuat keputusan penting dalam hidupnya. Hidupnya bukanlah miliknya lagi karena ia telah menjadi budak pemimpinnya. Tentunya ia tidak sadar akan hal ini. Ironis, bukan? Mau buktinya?

Apakah Kontrol Pikiran atau Cuci Otak?

Baca artikel sebelumnya: <<<<                              Baca Artikel Berikutnya: >>>>

Apakah Kontrol Pikiran atau Cuci Otak?
SETELAH PERISTIWA BUNUH diri massal berjumlah 900-an orang pengikut Jim Jones di Jonestown tahun 1978, banyak orang sangat terkejut, ngeri dan bertanya-tanya; mengapa dan bagaimana mungkin ada sedemikian banyak orang bersedia mati secara sukarela dan sadar dengan cara meminum campuran Kool-Aid dengan racun. Ya benar, apa yang saya tulis tidaklah berlebihan ataupun mencari sensasi melainkan suatu fakta mengejutkan yaitu para pengikut Jones tersebut dengan suka rela dan sadar melakukan bunuh diri.

Contoh lainnya yang masih segar dalam ingatan kita yang tidak kalah mengerikan dan mengejutkan adalah apa yang terjadi di Indonesia sendiri yaitu para terorist yang tidak saja rela dan sadar membunuh dirinya sendiri tetapi juga puluhan orang yang tidak bersalah dengan cara meletakkan atau bahkan melilitkan bom di tubuhnya. Marilah kita renungkan fenomena yang sama dalam hal ini yaitu para terorist tersebut secara sadar dan suka rela melakukan bunuh diri dan membunuh orang lainnya.

Apakah Kultus Itu?

<<<<: Baca artikel sebelumnya                                   Baca Artikel Berikutnya: >>>>


Pemahaman Kultus Oleh Margaret T. Singer

APAKAH KULTUS ITU? Istilah kultus (cult, Inggris) merupakan tema sentral blog ini. Namun demikian belum sempat dijelaskannya secara detail. Kini waktunya saya bahas secara lebih detail.

Sebenarnya definisi kultus telah banyak diperdebatkan karena memiliki konotasi negatif dan memiliki banyak arti yang berbeda dalam berbagai perspektif. Misalnya saja istilah “kultus” banyak dipahami sebagai hal yang berbau keagamaan seperti yang menjadi fokus utama blog ini. Padahal faktanya istilah tersebut dapat dipakai juga dalam perspektif politik, business ataupun kelompok-kelompok sosial, pelatihan self-help/self-improvement dan lain-lainnya bidang. Kita juga membayangkan pengikut kultus sebagai sekelompok orang menyembah iblis (sebenarnya occultisme), berpakaian dan berperilaku aneh-aneh. Tetapi faktanya tidaklah demikian. Pengikut kultus yang berada di bawah pengaruh mind control (brainwashed) dapat memiliki rumahnya sendiri dan pekerjaan kantoran (jam 9 s.d 5), memiliki anak, bahkan mungkin hidup sebagai tetangga kita karena mereka merupakan bagian dari masyarakat luas. Namun demikian, karena mereka berada di bawah pengaruh mind control yang tidak dimilikinya adalah kebebasan berpikir dan mengambil keputusan bagi dirinya sendiri. Ini dikatakan Steve Hassan:


Pemerintah Diminta Membubarkan Organisasi Saksi Yehuwa Melalui Perppu No 2/2017

Gerakan Saksi Yehuwa Diminta Dibubarkan?
BEBERAPA HARI INI BLOG Fakta di Balik Ajaran Saksi Yehuwa beroleh page view 3 kali lipat dari hari biasanya. Biasanya rata-rata 300 page view per hari kini di atas 900. Awalnya saya agak heran dan bertanya-tanya mengapa. Tetapi ketika melihat beberapa situs berita, saya menjadi paham yaitu banyak orang sekarang ini sedang mencari informasi tentang gerakan organisasi Lembaga Menara Pengawal, Saksi Yehuwa sehubungan dengan pernyataan dari Boni Hargens kepada suara.com: “Selain HTI, pemerintah melalui Perppu No 2/2017 itu seharusnya juga membubarkan sekte Saksi Yehuwa karena aktivitasnya bertentangan dengan UUD 1945, Pancasila, sehingga sudah meresahkan masyarakat,” kata Boni kepada Suara.com. Bagaimana pendapat saya sebagai seorang pengamat gerakan sesat dan kultus ini?

Mantan Badan Pimpinan Bercerita Tentang Organisasi Saksi Yehuwa

raymond franz mantan badan pimpinan saksi yehuwa mengungkapkan cerita tentang organisasi lembaga menara pengawal
Raymond Franz Menyingkap Cerita inside Organisasi
Lembaga Menara Pengawal
BAGAIMANA BADAN PIMPINAN Saksi Yehuwa mengambil sebuah keputusan, berdasarkan Firman Allah ataukah seperti keputusan sebuah perusahaan sekuler? Bagaimana pengambilan keputusan doktrin Saksi Yehuwa bukan bagian dari dunia (tidak ikut militer dan politik) diberlakukan di 2 buah negara berbeda? Apakah akibat mengikuti ajaran Saksi Yehuwa? Bagaimana dengan doktrin Saksi Yehuwa tentang generasi yang tidak akan berlalu?  

Mantan Saksi Yehuwa, juga keponakan presiden Lembaga Menara Pengawal ke-4 yaitu Frederick William Franz, bernama Raymond Franz1 menceritakan kisahnya saat menjabat posisi paling puncak seorang Saksi Yehuwa dapat peroleh yaitu badan pimpinan.

Doktrin Saksi Yehuwa Didasarkan Alkitab atau Ditambah Opini Manusia?

Apakah Kepercayaan Saksi Yehuwa
Hanya pada Alkitab?
KITAB YOHANES 9 membahas tentang Yesus Kristus yang mencelikkan orang buta sejak lahir. Apa yang dilakukan Yesus tersebut dicela oleh orang-orang Farisi karena dilakukan pada hari Sabat (ayat 16).   

Tentunya tentang perayaan Sabat disebutkan beberapa kali di dalam kitab Taurat, terutama sebagai perintah keempat dari Sepuluh Perintah Allah di Keluaran 20:8-11, Ulangan 5:12-15 dan bagian-bagian lainnya. Tetapi apakah menyembuhkan [dinilai melakukan suatu pekerjaan] orang buta pada hari Sabat dilarang berdasarkan kitab Taurat? Tentunya, tidak. Jika memang dilarang maka tentunya Yesus tidak akan melakukannya.

Jika demikian, dari manakah sumber pelarangan tersebut? Kemungkinan praktek pelarangan melakukan suatu pekerjaan pada hari Sabat didasarkan kepada Talmud, yaitu himpunan dari tulisan-tulisan yang isinya memberi ketentuan-ketentuan menurut peristiwa yang sudah lewat berkenaan dengan hukum-hukum bangsa Yahudi, baik hukum agama maupun hukum sipil, pedoman-pedoman, peraturan-peraturan, tafsiran-tafsiran, dan susunan-susunan yang merupakan petunjuk atau pimpinan, untuk menjadi tambahan bagi Perjanjian Lama (di sini). Jadi dapat disimpulkan bahwa kitab Talmud dalam kepercayaan bangsa Yahudi bukanlah bagian dari Perjanjian Lama melainkan sebuah tambahan. Oleh karena itu, merupakan kewajaran jika Yesus tidak menganggapnya karena merupakan perintah manusia.

Mengapa Menjadi Saksi Kristus, Bukan Yehuwa (Kisah 1:8)?

alkitab membuktikan bahwa setiap orang kristen harus menjadi saksi yesus bukan saksi yehuwa
Menjadi Saksi Kristus atau Yehuwa?
NAMA SAKSI-SAKSI Yehuwa dicetuskan oleh presiden ke-2 Lembaga Alkitab dan Risalah Menara Pengawal, Joseph F Rutherford pada tahun 1931. Sebelumnya di bawah kepemimpinan pendiri organisasi yaitu Charles T. Russell bernama Siswa-Siswa Alkitab.   

Buku terbitan Lembaga Menara Pengawal berjudul “BERTUKAR PIKIRAN” hlm. 328 (online di sini) mendefinisikan Saksi-Saksi Yehuwa sebagai: “Masyarakat Kristen yang terdapat di seluruh dunia yang bersaksi dengan aktif mengenai Allah Yehuwa dan maksud-tujuan-Nya berkenaan dengan umat manusia. Kepercayaan mereka didasarkan hanya pada Alkitab.” Lalu dari manakah nama Saksi-Saksi Yehuwa diperoleh? Dari kitab Perjanjian Lama Yesaya 43:10; “’KAMULAH saksi-saksiku,’ demikian ucapan Yehuwa, ’hambaku yang telah kupilih.’”

Saya percaya sebenarnya pemilihan nama berdasarkan Perjanjian Lama bukanlah sebuah kebetulan. Mengapa?

Mengupas Opini Manusia Diklaim Bersumber dari Yehuwa

badan pimpinan saksi yehuwa ketika berbicara sebuah kebenaran ataukah opini
Ketika Badan Pimpinan Berbicara, Kebenaran ataukah Opini?
PERNAHKAH SAUDARA MENONTON film Bicentennial Man yang diperankan oleh Robin Williams? Film tersebut menceritakan tentang suatu tokoh robot bernama Andrew yang bisa mengerjakan banyak hal layaknya seorang manusia. Meskipun Andrew memiliki kepandaian dan kecerdasan yang luar biasa dibandingkan dengan seorang manusia. Tetapi tetap saja bagaimanapun juga, Andrew adalah sebuah robot, ciptaan manusia.

Bagaimana jika seseorang yang mengaku dirinya sebagai juru bicara dari pencipta Andrew tetapi kemudian salah mengenal robot Andrew sebagai sang pencipta dan sebaliknya pencipta Andrew dianggap sebagai ciptaan? Bukankah kesalahan ini menunjukkan bahwa juru bicara tersebut sebenarnya palsu karena jika memang benar-benar juru bicara sang pencipta; mustahil dapat keliru, bukan? 


Mengapa Tidak Tercantum Nama Saksi-Saksi Yehuwa?

propaganda saksi yehuwa ketika sedang merekrut orang agar bersedia menjadi anggotanya
Saksi Yehuwa Sedang Mencoba Merekrut Orang
BUKU TERBITAN LEMBAGA Menara Pengawal berjudul “BERTUKAR PIKIRAN” hlm. 328 (online di sini) mendefinisikan Saksi-Saksi Yehuwa sebagai: “Masyarakat Kristen yang terdapat di seluruh dunia yang bersaksi dengan aktif mengenai Allah Yehuwa dan maksud-tujuan-Nya berkenaan dengan umat manusia. Kepercayaan mereka didasarkan hanya pada Alkitab.” Lalu dari manakah nama Saksi-Saksi Yehuwa diperoleh? Dari Yesaya 43:10; “’KAMULAH saksi-saksiku,’ demikian ucapan Yehuwa, ’hambaku yang telah kupilih.’”

.