Membongkar Inti Agama Saksi Yehuwa: Kristen Sejati, Sesat atau Kultus?

bagaimana memilih agama kristen yang baik?
Bagaimana Memilih Agama Kristen Yang Baik Dan Sejati?
SALAH SATU FAKTOR yang mempengaruhi manusia dalam berpikir, berperilaku, berpandangan hidup, berinteraksi dengan sesama, bahkan kehidupan kekal dan lain-lain hal adalah agama kepercayaan yang dianutnya. Dan bagi Saudara yang sedang belajar dengan Saksi Yehuwa ingin menjadi seorang Saksi atau ingin mengetahui siapa dan apa ajaran Saksi-Saksi Yehuwa sebenarnya, silahkan pelajari thread artikel ini yang akan memberikan panduan rangkuman isi blog ini.

Mengupas Opini Manusia Diklaim Bersumber dari Yehuwa

badan pimpinan saksi yehuwa ketika berbicara sebuah kebenaran ataukah opini
Ketika Badan Pimpinan Berbicara, Kebenaran ataukah Opini?
PERNAHKAH SAUDARA MENONTON film Bicentennial Man yang diperankan oleh Robin Williams? Film tersebut menceritakan tentang suatu tokoh robot bernama Andrew yang bisa mengerjakan banyak hal layaknya seorang manusia. Meskipun Andrew memiliki kepandaian dan kecerdasan yang luar biasa dibandingkan dengan seorang manusia. Tetapi tetap saja bagaimanapun juga, Andrew adalah sebuah robot, ciptaan manusia.

Bagaimana jika seseorang yang mengaku dirinya sebagai juru bicara dari pencipta Andrew tetapi kemudian salah mengenal robot Andrew sebagai sang pencipta dan sebaliknya pencipta Andrew dianggap sebagai ciptaan? Bukankah kesalahan ini menunjukkan bahwa juru bicara tersebut sebenarnya palsu karena jika memang benar-benar juru bicara sang pencipta; mustahil dapat keliru, bukan? 


Mengapa Tidak Tercantum Nama Saksi-Saksi Yehuwa?

propaganda saksi yehuwa ketika sedang merekrut orang agar bersedia menjadi anggotanya
Saksi Yehuwa Sedang Mencoba Merekrut Orang
BUKU TERBITAN LEMBAGA Menara Pengawal berjudul “BERTUKAR PIKIRAN” hlm. 328 (online di sini) mendefinisikan Saksi-Saksi Yehuwa sebagai: “Masyarakat Kristen yang terdapat di seluruh dunia yang bersaksi dengan aktif mengenai Allah Yehuwa dan maksud-tujuan-Nya berkenaan dengan umat manusia. Kepercayaan mereka didasarkan hanya pada Alkitab.” Lalu dari manakah nama Saksi-Saksi Yehuwa diperoleh? Dari Yesaya 43:10; “’KAMULAH saksi-saksiku,’ demikian ucapan Yehuwa, ’hambaku yang telah kupilih.’”

Bukti Yehuwa Tidak Percaya Budak Setia dan Bijaksana!

apakah bukti yehuwa tidak mempercayai budak setia dan bijaksana saksi yehuwa
Apakah Yehuwa Mempercayai Golongan Budak ?
ORGANISASI SAKSI YEHUWA dalam publikasinya berulang kali meminta para anggotanya, Saksi Yehuwa untuk mempercayai golongan hamba setia dan bijaksana yang diwakilkan oleh badan pimpinan seperti mempercayai kepada Allah dan Yesus Kristus sendiri. Majalah Menara Pengawal mengatakan: “Karena Allah Yehuwa dan Yesus Kristus percaya sepenuhnya kepada budak yang setia dan bijaksana, bukankah kita pun hendaknya demikian?”. 1

Apakah buktinya Yehuwa dan Yesus mempercayai golongan hamba ini? Tentunya, sebagai alat propaganda infomasi yang biasa dilakukan sebuah kultus, majalah Menara Pengawal memiliki jawaban mengenai hal ini yang dibahas dalam majalah Menara Pengawal 15 Feb. 2009, hlm. 24-28 dengan subjudulnya “Yehuwa Mempercayai Budak Itu” mengklaim demikian:

Mantan Penatua Berkisah Pengalaman Ketidak-Bahagiaannya Menjadi Saksi Yehuwa

Apakah Saya Benar-Benar Bahagia?
BAGAIMANA RASANYA MENJADI seorang Saksi Yehuwa yang bersemangat? Menara Pengawal mengajarkan bahwa ketika Anda giat dalam pelayanan kepada Yehuwa sebagai salah seorang Saksi-Saksi Yehuwa, Anda akan menjalani kehidupan yang paling bahagia dan memuaskan. Klaim ini didukung oleh banyak perintis (orang-orang yang “sukarela” menghabiskan 70 jam per bulan untuk mengajarkan doktrin Menara Pengawal) yang selalu tersenyum dan berbicara betapa mereka menikmati hidup dan pelayanan mereka. Para penatua yang ramah dan hamba pelayan akan selalu berbicara tentang betapa nikmatnya “hak istimewa pelayanan” yang mereka peroleh. Pengawas wilayah berbicara tentang betapa mereka menikmati layanan penuh waktu mereka kepada Yehuwa. Hal yang sama berlaku bagi orang lain yang terlibat dalam pelayanan penuh waktu kepada Yehuwa.

Menganalisa Kaum Terurap Adalah Kristus Palsu

badan pimpinan saksi yehuwa mengaku sebagai pengganti kristus palsu di publikasi menara pengawal
Apakah Kaum Terurap Pengganti Yesus?
BANYAK PEMIMPIN AGAMA yang mengaku sebagai messiah, inkarnasi Yesus bahkan sebagai Tuhan sendiri, saya bahas di sini. Menggelikan tetapi terjadi dan menarik banyak pengikut. Menariknya, tidak ada satu pun pengakuan sepihak tersebut disertai dengan dengan kata “palsu” karena jika demikian, tidak ada orang yang mempercayainya, bukan? Demikian juga dengan klaim-klaim sepihak organisasi Saksi Yehuwa. Badan Pimpinannya tidak saja mengaku dirinya telah dipilih pada tahun 1919 oleh Yesus Kristus sendiri tetapi juga mengklaim bahwa kaum terurap adalah duta-duta yang menggantikan Kristus didasarkan pada 2 Kor. 5:18-20 sebagai pembenaran dalam kutipan berikut ini:

Saluran Komunikasi Allah di Bumi Tidak Menerima Pengarahan Dari Surga

Sejak dilantik pada 1919, budak yang setia terus menyiapkan makanan rohani
bagi umat Allah
SEORANG PROPAGANDIS ULUNG bernama Paul Joseph Goebbels, menteri Adolf Hitler mengatakan, “Jika Anda mengatakan sebuah dusta cukup sering berulang-ulang, orang akan mempercayainya, dan Anda sendiri pun pada akhirnya akan meyakininya = If you repeat a lie often enough, people will believe it, and you will even come to believe it yourself”.  

Pernyataan Goebbles tersebut mengandung sebuah kebenaran ketika berhubungan dengan keyakinan Saksi Yehuwa akan adanya satu-satunya saluran komunikasi Allah di bumi yaitu golongan hamba setia dan bijaksana atau badan pimpinan Saksi Yehuwa yang mengklaim telah dipilih oleh Yesus sendiri pada tahun 1919 berdasarkan Mat. 24:45-47 (baca di sini).  

Edukasi Adalah Kekuatan Untuk Mengevaluasi dan Mengkaji Ajaran Sesat

jangan pernah meremehkan kekuatan orang bodoh dalam kelompok yang besar saksi yehuwa
Jangan Meremehkan Kekuatan
Orang Bodoh dalam Grup yang Besar
STATUS FACEBOOK MILIK Ade Armando pada Kamis (20/4/2017), dosen komunikasi Universitas Indonesia, menyatakan, “Orang pintar milih Ahok. Orang bodoh milih Anies. Jadi kalau sekarang Ahok kalah artinya jumlah orang bodoh jauh lebih banyak daripada orang pinter. Simpelkan?,”. Sebagai dosen komunikasi di universitas terbaik di negeri ini, pernyataan Armando itu punya dasar yang bisa dipertanggungjawabkan karena menurut penelitian Rico Marbun, Direktur Survei Eksekutif Media Survei Nasional (Median), yang dilakukan pada tanggal 1-6 April 2017, sebanyak 60,4 persen pemilih Anies adalah emosional dan hanya 31,4 persen rasional. Sementara pemilih Ahok-Djarot, 67,1 persen rasional dan hanya 18,2 persen yang emosional. Artinya apa? Banyak orang yang memilih Anies karena faktor emosional; kurang daya nalar entah karena masalah keagamaan ataupun pendidikan yang kurang atau rendah. Sedangkan pemilih Ahok didasarkan pada daya nalar dan berpendidikan tinggi.

Jadi pernyataan terkenal dari George Carlin yaitu “Jangan pernah meremehkan kekuatan orang bodoh dalam sebuah kelompok besar” ada benarnya juga.

Mengapa Seseorang Terpengaruh dan Menjadi Saksi Yehuwa?

alasan mengapa seseorang dapat terpengaruh dan menjadi saksi yehuwa merupakan sebuah prosess
Mengapa Seseorang Terpengaruh dan Menjadi Saksi Yehuwa
BERSEDIAKAH ANDA MENJADI anggota organisasi Saksi Yehuwa jika Anda mengetahui sejak awal, ya saya tekankan lagi sejak awal, bahwa Yesus Kristus sudah hadir sejak tahun 1914 dan tahun 1919 telah memilih sekelompok orang, yaitu golongan hamba setia dan bijaksana (Mat. 25:45-47) atau badan pimpinan Saksi-Saksi Yehuwa yang mengaku sebagai wakil dan pengganti Yesus Kristus di bumi agar supaya Anda taat dan tunduk kepadanya. Dan salah satu cara membuktikan ketaatan dan ketundukkan Anda kepada kaum terurap adalah dengan menginjil (istilahnya berdinas) dari rumah ke rumah tanpa mendapatkan bayaran berdasarkan Mat. 28:19? Saya yakin tidak ada orang yang mau. Lalu mengapa ada jutaan Saksi Yehuwa bersedia melakukannya? Artikel ini akan membahasnya; mengapa seseorang terpengaruh dan menjadi Saksi Yehuwa? Baca di sini untuk melihat klaim-klaim badan pimpinan lebih jelas dan beberapa pertanyaan tantangan saya kepada penatua Saksi Yehuwa.

Orang Lugu Percaya Setiap Perkataan, Tapi yang Cerdas Meminta Bukti

orang lugu percaya setiap perkataan saksi yehuwa tapi yang cerdas meminta bukti
Orang Lugu Percaya Setiap Perkataan
Tapi yang Cerdas Meminta Bukti
BAGI SAKSI YEHUWA yang membaca blog ini tentunya memiliki kemarahan sekaligus kekesalan membaca judul dan tulisan yang saya buat cukup provokatif, misalnya perkataan lugu, bodoh, dusta, munafik dan lain-lain perkataan sehingga menganggap tulisan saya penuh kebencian. Saya memang harus meminta maaf dan dalam banyak kesempatan, saya sisipkan pula kata maaf. Saya ungkapkan demikian karena memang tidak ada kata-kata lain yang bisa digunakan untuk menggambarkan apa yang dimaksud dalam kajian dan analisa yang saya buat sehubungan dengan ajaran Saksi Yehuwa.

Satu hal perlu juga pembaca ketahui bahwa ketika saya menyebut kata-kata provokatif itu disertai dengan bahasannya. Misalnya ketika saya sebut ajaran Saksi Yehuwa munafik dalam artikel Bukti Propaganda dan Kemunafikan Saksi Yehuwa, saya memang membuktikan apa yang saya maksud. Atau ketika saya mengatakan Saksi Yehuwa berdusta/bohong di sini, saya juga membuktikannya.  Dan banyak lagi artikel-artikelnya yang Anda bisa baca di sini. Jadi saya tidak asal tuduh saja secara membabi buta. Saya analisa dan buktikan. Namun demikian, jika kemudian ada Saksi Yehuwa tersinggung dan marah. Ya memang haknya. Tugas dan kewajiban setiap Saksi untuk membela agamanya. Misalnya Sdr. Maxi-Sam mengatakan:


Sikap Intoleran Ajaran Saksi Yehuwa Terhadap Orang Tua yang Murtad

bagaimana sikap intoleransi ajaran saksi yehuwa terhadap orang tuanya yang murtad dari organisasi lembaga menara pengawal
Fakta Sikap Intoleran Ajaran Saksi Yehuwa Terhadap Orang Tua
PILKADA KALI INI benar-benar di luar kewajaran. Kita dipertontonkan sikap intoleransi keberagamaan pihak tertentu terhadap Djarot S. Hidayat meskipun sesama Muslim. Misalnya, Jumat tanggal 14 April 2017 Djarot Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua di usir setelah Jumatan dari Masjid Al-Atiq Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan. Kejadian pengusiran yang dialami oleh Djarot bukanlah yang pertama. Sebelumnya beliau juga diusir dan dijuluki kafir oleh sekelompok orang pada saat menghadiri haul Presiden Soeharto di Masjid At-Tin, Jakarta Timur, pada 11 Maret 2017 (baca di sini)

Saya ingin Saudara renungkan apa yang terjadi pada kasus Djarot, yaitu ia seorang Muslim dan juga telah haji. Namun demikian, ia diusir dari mesjid dan bahkan dijuluki sebagai kafir. Padahal yang menentangnya belum tentu iman atau keislamannya lebih baik dari Djarot. Dan sangat mungkin yang berteriak-teriak kafir bukanlah haji pula. Lucu sekaligus ironis, bukan? Tetapi ini adalah fakta. Jelas apa yang dialami Djarot merupakan sikap intoleransi terhadap keagamaan dan keragaman [kebhinekaan].

Bukti Propaganda dan Kemunafikan Saksi Yehuwa: Situs JW.ORG

menyingkap propaganda kemunafikan badan pimpinan agama saksi yehuwa
Menyingkap Kemunafikan Situs Resmi Saksi Yehuwa: JW.ORG
KETIKA YESUS KRISTUS hidup di dunia, Ia banyak mengecam ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi sebagai orang-orang munafik (Mat. 23:13). Yesus mengecam kemunafikan mereka lebih keras dibandingkan dengan kecaman-Nya terhadap sikap dan tindakan mereka yang menolak-Nya, mencobai-Nya dan bahkan ingin membunuh-Nya. Mengapa demikian? Sebab, kemunafikan itu sungguh berbahaya.

Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan kata “munafik” sebagai sikap “berpura-pura percaya atau setia dan sebagainya kepada agama dan sebagainya, tetapi sebenarnya dalam hatinya tidak; suka (selalu) mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan perbuatannya; bermuka dua”. Jadi di dalam kemunafikan selalu ada kepura-puraan, tipu muslihat dan kelicikan. Dengan demikian, sikap munafik itu menghambat dan menghalangi orang lain untuk melihat dan menemukan kebenaran. Dalam artikel kali ini saya akan Menyingkap Propaganda dan Kemunafikan Situs Resmi Saksi Yehuwa: JW.ORG


Memperingati Jumat Agung: Arti Lambang Tubuh dan Darah Kristus

saksi yehuwa memperingati perjamuan tuan saat jumat agung
Lihatlah Anak Domba Allah yang Menghapus Dosa Dunia
SETIAP ORANG KRISTEN akan memperingati Jumat Agung atau peristiwa penyaliban dan kematian Yesus Kristus pada tanggal 14 April 2017. Namun demikian sedikit berbeda, Saksi-Saksi Yehuwa akan memperingatinya pada hari Selasa, 11 Apr. 2017 dan peringatannya disebut sebagai Perjamuan Tuan. Mengapa? Karena Saksi Yehuwa mengadakannya berdasarkan penanggalan kalender pada zaman Alkitab yaitu tanggal 14 bulan Nisan.

Di beberapa gereja Protestan, saat Jumat Agung atau Kenaikkan Yesus Kristus akan dilaksanakan Perjamuan Kudus. Pada waktu itu, segenap jemaat Kristen yang hadir dan layak berpartisipasi [telah dibaptis, dewasa rohani dan telah mempersiapkan diri] akan mengambil roti dan anggur.

Mengapa setiap orang Kristen turut berpartisipasi dalam mengambil roti dan anggur? Orang Kristen mempraktekkannya sesuai dengan perintah Yesus yang disampaikan melalui Paulus untuk memperingatinya sampai kedatangan-Nya (1 Kor. 11:26). Roti tak beragi dan anggur hanyalah lambang. Lambang apakah?

.