Membongkar Inti Agama Saksi Yehuwa: Kristen Sejati, Sesat atau Kultus?

bagaimana memilih agama kristen yang baik?
Bagaimana Memilih Agama Kristen Yang Baik Dan Sejati?
SALAH SATU FAKTOR yang mempengaruhi manusia dalam berpikir, berperilaku, berpandangan hidup, berinteraksi dengan sesama, bahkan kehidupan kekal dan lain-lain hal adalah agama kepercayaan yang dianutnya. Dan bagi Saudara yang sedang belajar dengan Saksi Yehuwa ingin menjadi seorang Saksi atau ingin mengetahui siapa dan apa ajaran Saksi-Saksi Yehuwa sebenarnya, silahkan pelajari thread artikel ini yang akan memberikan panduan rangkuman isi blog ini.

Apakah Kita Menyebut Nama Bapa Surgawi atau Yehuwa?

apakah kita menyebut nama yehuwa atau bapa surgawi
Orang Kristen Menyebut Allah: Bapa Surgawi
MENURUT AJARAN SAKSI Yehuwa Allah ingin agar manusia menggunakan nama pribadi-Nya yaitu Yehuwa karena dengan menyebutnya demikian akan mendekatkan diri kepada-Nya. Dan memang jika Saudara mendengarkan doa seorang Saksi Yehuwa; Saudara akan mendengarkan penyebutan nama Yehuwa dalam doa-doanya tersebut. Bahkan hal yang umum jika seorang Saksi Yehuwa menyebut juga Yehuwa dengan sebutan “Bapak surgawi” dalam doa-doanya meskipun sebenarnya para Saksi Yehuwa tidak layak untuk menyebut-Nya sebagai “Bapak surgawi” karena jutaan Saksi Yehuwa bukanlah anak-anak Allah (baca di sini untuk bahasannya). Ya, Alkitab mengajarkan hanya anak-anak Allah dapat menyebut Allah sebagai Bapa (Roma 8:14-15).

Sekarang kita lihat dan menganalisa dalam kutipan majalah Menara Pengawal di bawah ini:

Apakah Budak Setia Bijaksana Satu-satunya Sumber yang Bisa Dipercaya?

apakah budak setia dan bijaksana satu-satunya sumber yang bisa dipercaya
Apakah Budak Setia dan Bijaksana Satu-satunya Sumber
yang Bisa Dipercaya?
MAJALAH MENARA PENGAWAL edisi pelajaran April 2018 (di sini) dalam artikel “Pertanyaan Pembaca” membahas hal yang menarik berjudul “Mengapa publikasi Saksi-Saksi Yehuwa tidak boleh dipasang di situs web pribadi atau media sosial?” yang pada intinya para Saksi Yehuwa tidaklah diperbolehkan untuk meng-copy dan memasang publikasi jw.org di situs web lain atau media sosial pribai. Di akhir artikel tersebut, setiap Saksi Yehuwa disarankan untuk mengarahkan setiap peminat kepada situs resmi jw.org karena seperti yang dinyatakan dalam majalah tersebut yaitu “”budak yang setia dan bijaksana” yang ditugaskan oleh Yehuwa untuk menyediakan makanan rohani” (di sini).

Sekarang kita lihat kutipan tersebut biar lebih jelas:

Penyesatan Saksi Yehuwa: Hoaks Kebangkitan Tubuh Orang Kristen

penyesatan saksi yehuwa yang mengajarkan bahwa orang kristen tinggal di surga dengan tubuh manusia
Penyesatan Saksi Yehuwa: Tubuh Manusia dan Kebangkitan
APAKAH TUJUAN ORGANISASI Saksi Yehuwa menyebarkan hoaks yang memfitnah doktrin-doktrin Kristen seolah-olah tidak berdasarkan Alkitab dan mengajarkannya kepada pengikutnya, misalnya saja dengan sengaja mencampur-adukkan antara ajaran Modalisme dengan Trinitas (baca di sini) dan Triterisme vs Tritunggal (baca di sini)? Alasan pertama, untuk meyakinkan para pengikutnya bahwa ajaran denominasi Kristen tidak berdasarkan Alkitab sehingga kerapkali menjadi bahan topik olok-olokkan di kalangan para Saksi sendiri. Padahal para Saksi-lah yang tidak menyadari dirinya telah terkecoh dan tertipu oleh propaganda organisasinya sendiri yang dipercaya memberitakan kebenaran. Padahal yang dipercayanya sebenarnya hanyalah sebuah hoaks. 

Hoax Saksi Yehuwa Diyakini Sebagai Kebenaran

majalah menara pengawal terbitan saksi yehuwa merupakan berita hoax
Penyembahan Berhala Modern: Organisasi Yehuwa
DI ZAMAN INI tidak mudah untuk mengetahui dan membedakan antara hoax dengan berita informasi yang benar. Sama sulitnya membedakan siapakah orang-orang yang murni, tulus dalam pekerjaan Tuhan dan siapakah orang-orang munafik yang sebenarnya memakai kedok rohani atau agama agar terlihat seolah-olah melakukan kehendak Allah Yehuwa padahal maksud tujuan sebenarnya bersifat manipulatif yaitu menggunakan (baca mencatut) nama Tuhan agar dapat memanfaatkan dan memanipulasi orang lain demi kepentingannya.

Menurut saya, menangkal berita hoaks yang digunakan untuk memanipulasi orang agar tertipu adalah dengan mengamati apa yang diklaimnya dan membandingkan dengan fakta yang sebenarnya terjadi.

Badan Pimpinan Saksi Yehuwa Dan Pendidikan Sekolah Teologia

Saksi Yehuwa dan Sekolah Teologia
BERDISKUSI DENGAN SAKSI Yehuwa selalu membuat saya garuk-garuk kepala yang tidak gatal, khususnya saat mendengar rasionalisasi pembenaran yang disampaikan ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan tentang organisasi Saksi Yehuwa; tempat ia membaktikan dirinya. Misalnya saja ketika ditanyakan apakah ada satu orang pun [termasuk badan pimpinan sebagai pemimpin tertinggi di dalam organisasi] yang menjabat di dalam organisasi Saksi Yehuwa berpendidikan sekolah teologia?  Dan jawabannya “Tidak ada”

Kembali saya tanyakan kepadanya bagaimana bisa setiap Saksi Yehuwa mengikuti tafsiran (sebenarnya merupakan opini pribadi diklaim bersumber ilahi, bukan tafsiran; baca di sini) badan pimpinan atau hamba setia dengan ketaatan mutlak tanpa boleh mempertanyakan validitas tafsirannya padahal tidak ada satupun dari sekelompok orang tersebut berpendidikan teologia? Nah, berikut adalah jawaban rasionalisasinya yang kelihatannya berdasarkan Alkitab tetapi jelas ngawur karena perbandingan yang dibuatnya keliru sehingga menghasilkan kesimpulan yang salah. Saksi Yehuwa itu menjawab:

Saksi Yehuwa Menyebut Bapa Padahal Bukan Anak Allah

hanya 144000 orang saja anak-anak allah sedangkan jutaan saksi yehuwa bukan
Anak-Anak Allah
DOKTRIN SAKSI YEHUWA mengajarkan bahwa hanya 144.000 orang saja merupakan anak-anak Allah sedangkan jutaan Saksi Yehuwa lainnya bukan anak-anak Allah, baca di sini untuk bahasannya. 

Tentunya doktrin Saksi Yehuwa tersebut bertentangan dengan Alkitab yang mengajarkan bahwa “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah” (Roma 8:14). Perhatikan frase kalimat “Semua orang” artinya sudah jelas yaitu seluruh orang yang dipimpin Roh Allah adalah anak Allah; tidak ada batasan jumlah tertentu seperti yang diajarkan oleh Saksi Yehuwa yaitu hanya 144.000 orang saja anak-anak Allah.

Terungkap, Dusta Dan Kemunafikan Saksi Yehuwa

praktek munafik dan dusta organisasi saksi yehuwa untuk propaganda penyesatan
Praktek Munafik Dan Dusta Saksi Yehuwa
DI ZAMAN INI tidak mudah untuk mengetahui, membedakan dan memahami siapakah orang-orang yang murni, tulus dalam pekerjaan Tuhan dan siapakah orang-orang munafik yang sebenarnya memakai kedok rohani atau agama agar terlihat seolah-olah melakukan kehendak Allah padahal maksud tujuan sebenarnya bersifat manipulatif yaitu menggunakan (baca mencatut) nama Tuhan agar dapat memanfaatkan dan memanipulasi orang lain demi kepentingannya. Oleh karena itu, kita harus pandai-pandai mencermatinya agar tidak terjerat dan tertipu suatu kelompok yang mengaku-ngaku mewakili Yesus atau Allah melalui propaganda penyesatan yang digunakan pemimpin agama. 

Menurut saya, salah satu cara mengenali orang yang manipulatif adalah sikap munafik disertai dusta yang dipraktekkanya. Oleh karena itu, kita sebagai orang Kristen perlu mempelajari dan merenungkan mengenai kata-kata atau kalimat “orang-orang munafik” yang kerapkali disampaikan dan dilontarkan oleh Yesus Kristus kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi sebagai sebuah pelajaran. Orang-orang yang dikecam tersebut adalah pemimpin-pemimpin agama yang hebat dalam pengetahuan Taurat, tetapi mereka tetap mendapatkan cercaan dari Yesus Kristus. Salah satu ciri dari orang munafik yang disampaikan Tuhan Yesus di Matius 23: 27-28 berbunyi:

Penatua Saksi Yehuwa Sutradara Bom Kasih!

Bom Kasih: Perekrut Terlihat Hangat dan Pengasih
Sehingga Korban Merasa Spesial
ORGANISASI SAKSI YEHUWA banyak membual dan ahli dalam ber-rhetorical fallacy (sesat logika/retorika yang salah). Salah satunya adalah klaim sebagai satu-satunya grup yang memiliki kasih seperti yang diajarkan oleh Kristus. Padahal faktanya, seperti yang telah saya bahas di Saksi Yehuwa: Kasih Agape atau Bom Kasih? bahwa kasih yang dipamerkan Saksi Yehuwa merupakan bom kasih yaitu kasih pura-pura atau palsu yang digunakan untuk mempengaruhi dan memanipulasi seseorang dengan mendemonstrasikannya melalui perhatian dan kasih sayang. Bom kasih adalah kasih bersyarat atau berpamrih. Kasih yang diberikan tidaklah tulus. Misalnya jika kita mengekspresikan kasih kepada seseorang dengan memberikan suatu bantuan yang orang butuhkan tetapi sebenarnya mengharapkan orang tersebut untuk memberikan sesuatu sebagai balasan maka ekspresi kasih dan perhatian tersebut tidaklah tulus melainkan berpamrih.

Berikut kutipan buku “Pemberita Kerajaan Allah” bertopik “Dengan Demikian Semua Orang Akan Tahu, Bahwa Kamu Adalah Murid-Muridku” hlm 711-712 yang menyatakan bualan Saksi Yehuwa yang sengaja saya beri warna merah sebagai satu-satunya grup Kristen yang dimiliki pengikut sejati Kristus yaitu kasih:


Saksi Yehuwa: Kasih Agape atau Bom Kasih?

bom kasih atau kasih agape
Kasih Agape atau Bersyarat?
SAKSI-SAKSI YEHUWA percaya bahwa mereka telah menemukan agama yang benar karena memiliki salah satu tandanya yaitu kasih yang dipraktekkan di antara mereka. Menurut booklet terbitan Lembaga Menara Pengawal mengenai tanda Kristen sejati menyatakan “Tanda yang paling mencolok dari orang Kristen sejati adalah bahwa mereka memiliki kasih yang nyata di antara mereka sendiri. (Yohanes 13:34, 35) Mereka tidak diajar untuk berpikir bahwa mereka lebih baik daripada orang-orang dari ras atau warna kulit lainnya. Mereka juga tidak diajar untuk membenci orang-orang dari negara-negara lain. (Kisah 10:34, 35) Jadi mereka tidak ikut serta dalam peperangan. Orang Kristen sejati memperlakukan satu sama lain sebagai saudara dan saudari.—1 Yohanes 4:20, 21.” (Apa yang Allah Tuntut dari Kita? hlm. 26)

Tentunya kita bertanya-tanya, apakah benar Saksi-Saksi Yehuwa memiliki kasih seperti yang dimaksud oleh Yesus (Yoh. 13:34,35) ataukah sebenarnya praktek bom kasih (love bombing) seperti yang dipraktekkan sebuah kultus? Artikel kali ini akan membahasnya.

Saksi Yehuwa Dan Pertanyaan Transfusi Darah


Bagaimana Saksi-Saksi Yehuwa Berdusta 
kepada Anda saat Berkunjung!


SEBERAPA JUJURKAH SAKSI Yehuwa menjawab pertanyaan Anda ketika ditanya tentang ajaran larangan transfusi darah? Berikut keterangan dari mantan Saksi Yehuwa bernama Christian Katja mengungkapkannya di mulai di menit 5:20.

Saksi Yehuwa Dan Kultus: Konsep Keselamatan

saksi yehuwa percaya kepada organisasi allah di bumi sebuah dusta
Yehuwa Memberikan Makanan Rohani
Bagi Umat-Nya Melalui Organisasi-Nya
KEPERCAYAAN SAKSI YEHUWA dapat ditemui di jw.org dengan judul “Apa yang Dipercayai Saksi-Saksi Yehuwa”. Dari 15 doktrin utama Saksi Yehuwa yang tertera di situs tersebut yaitu percaya kepada Allah, Alkitab, Yesus dan lain-lain keyakinan; point nomor 12 sungguh menarik untuk dikaji yaitu percaya kepada “Organisasi”. Menarik karena meskipun istilah organisasi tidak ada di Alkitab dan sepengetahuan saya, tidak ada satupun denominasi gereja percaya dengan suatu “organisasi” sebagai bagian dari kepercayaannya tetapi setiap Saksi Yehuwa begitu yakin dan percaya akan keberadaan suatu organisasi Yehuwa.  

Saya katakan menarik karena sebenarnya hanya 1 doktrin yang paling utama dan terpenting bagi Saksi Yehuwa yaitu kepercayaan kepada organisasi saja. Sedangkan 14 kepercayaan lainnya, meskipun katanya diklaim berdasarkan Alkitab, tidaklah penting karena semuanya bergantung kepada “organisasi” ini. Mengapa? Jika sang organisasi mengubah salah satu dari 14 keyakinannya maka secara otomatis keyakinan itu akan berubah. Misalnya saja Saksi Yehuwa percaya bahwa Yesus sudah hadir dan menjadi raja sejak 1914. Padahal dulunya, organisasi mengajarkan kehadiran Kristus terjadi tahun 1874, baca Perubahan Ajaran Berarti Memfitnah Allah dan Yesus.

Jika sang organisasi begitu powerful dalam kepercayaan Saksi Yehuwa; apakah yang dimaksud dengan istilah organisasi dan mengapa setiap Saksi Yehuwa harus mempercayainya? Sebelumnya menjawab detailnya, kita harus pahami bahwa ketika saya menyebut organisasi Yehuwa bukanlah dalam arti kiasan, tetapi Saksi Yehuwa benar-benar yakin secara harafiah bahwa Allah memang memiliki suatu organisasi di bumi. Organisasi ini disebut organisasi Yehuwa dengan badan hukumnya Lembaga Menara Pengawal.

Kita lihat kesaksian Sdr. Maxi-Sam — pengunjung reguler blog ini yang saya duga kuat seorang penatua — kepercayaan pada organisasi Allah di bumi yang diyakininya berdasarkan Alkitab, ini pernyataan Sdr. Maxi-Sam: 


Saksi Yehuwa vs Kristen Sejati: Akal Sehat dan Phobia

Saksi Yehuwa dan Wewenang Pemimpin kultus
Phobia Yang Menjadi Momok Saksi Yehuwa
SAKSI-SAKSI YEHUWA memiliki phobia-phobia atau rasa ketakutan yang kuat secara berlebihan atau irrasional terhadap suatu benda, situasi, dan kejadian atau keadaan tertentu yang dapat menghambat kehidupan penderitanya. Phobia-phobia ini yang berlebihan atau irrasional sengaja ditanamkan ke dalam proses internalisasi doktrin untuk tujuan-tujuan tertentu. Baca artikel Saksi Yehuwa: Rasa Takut Dan Phobia yang membahas bagaimana organisasi Yehuwa, Lembaga Menara Pengawal dengan sengaja menanamkan rasa takut atau phobia ke dalam hati Saksi-Saksi Yehuwa untuk tujuan-tujuan tertentu; salah satunya adalah agar anggotanya tetap terperangkap atau terpenjara dan setia tetap bergabung dengan organisasi Lembaga Menara Pengawal.

Masalah phobia sangatlah kompleks dan tidak dapat dianggap ringan. Bentuk atau jenis-jenis phobia dapat berbagai ragam, misalnya ada yang phobia berada di dalam ruang gelap (achluophobia), phobia terhadap pria berjenggot (pognophobia), phobia berada di ketinggian tertentu (acrophobia) dan lain-lain phobia.


.

.comment-content a {display: none;}