Membongkar Inti Agama Saksi Yehuwa: Kristen Sejati, Sesat atau Kultus?

bagaimana memilih agama kristen yang baik?
Bagaimana Memilih Agama Kristen Yang Baik Dan Sejati?
SALAH SATU FAKTOR yang mempengaruhi manusia dalam berpikir, berperilaku, berpandangan hidup, berinteraksi dengan sesama, bahkan kehidupan kekal dan lain-lain hal adalah agama kepercayaan yang dianutnya. Dan bagi Saudara yang sedang belajar dengan Saksi Yehuwa ingin menjadi seorang Saksi atau ingin mengetahui siapa dan apa ajaran Saksi-Saksi Yehuwa sebenarnya, silahkan pelajari thread artikel ini yang akan memberikan panduan rangkuman isi blog ini.

Kultus Kiamat Meramal Pengrekrutan Akan Selesai Abad ke-20

SEORANG SAKSI YEHUWA yang saya jumpai mengatakan: “Armagedon sudah dekat loh”. (baca kisahnya di Dua Kerugian Meyakini Ajaran Aneh).

Memang di kalangan dunia Kristen, Saksi-Saksi Yehuwa dikenal sebagai kultus kiamat karena telah berulang kali bernubuat tahun 1914 berakhirnya dunia, 1925 kebangkitan para nabi Perjanjian Lama akan dibangkitkan dan 1975 dinubuatkan berakhirnya sejarah manusa (baca detailnya di Nabi Palsu Berseru: Kiamat! Kiamat!!).

Ya, tema “Armagedon sudah dekat” selalu dikumandangkan organisasi Saksi Yehuwa dalam publikasinya kepada para anggotanya dengan tujuan agar mereka lebih rajin lagi berkeliling dari rumah ke rumah atau mengasongkan publikasi terbitan majalah Lembaga Menara Pengawal di taman-taman, mall dan tempat umum lainnya dengan tujuan untuk merekrut anggota baru.

Karakteristik Ajaran Keselamatan Kultus: Bersifat Eksklusif

Yesus Kristus, Raja yang Allah pilih,
akan membinasakan dunia ini di
Armagedon
KONSEP DOKTRIN KESELAMATAN yang menjadi ajaran Saksi Yehuwa sebenarnya bersifat eksklusif. Maksudnya meskipun sesama Kristen dan memanfaatkan Alkitab yang mirip1 dengan Kitab Suci umat Kristen pada umumnya tetapi keyakinan Saksi Yehuwa tidaklah sama dengan umat Kristen lainnya. Misalnya saja tentang keselamatan yang telah dibahas di Eskatologi Kultus: Hanya Saksi-Saksi Yehuwa Selamat yang mengulas bahwa hanya Saksi-Saksi Yehuwa yang selamat, sedangkan umat Kristen lainnya tidak.

Tentunya doktrin keselamatan yang demikian tidaklah memiliki dasar Alkitabiahnya karena Alkitab mengatakan hanya orang-orang yang percaya kepada Yesus saja akan beroleh selamat dan hidup yang kekal (Yoh. 3:16, Kis. 16:31). Saya tidak akan berani mengatakan hanya denominasi Kristen tertentu yang selamat sedangkan lainnya tidak. Saya percaya sorga akan dipenuhi oleh orang-orang yang percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, tak soal dari denominasi orang-orang tersebut berasal.


Analisa Argumen Manipulatif Badan Pimpinan Tidak Beroleh Pengarahan Surga

menganalisa ajaran badan pimpinan saksi yehuwa yang mengklaim tidak beroleh pengarahan surga atau allah
Analisa Argumen Manipulatif Badan Pimpinan
AJARAN SAKSI YEHUWA sungguh-sungguh sangatlah manipulatif. Di satu pihak mengatakan A tetapi di pihak lain Z yang membatalkan A. Teori ini dalam psikologi kultus disebut sebagai double standard. Mengikuti ajaran yang demikian menjadikan para anggotanya hidup dalam peperangan secara emosional dan mental (baca di sini). Misalnya saja kita kajai dalam 1 buah artikel majalah Menara Pengawal edisi pelajaran hlm. 23-28 dengan judul “Siapa yang Sebenarnya Memimpin Umat Allah Sekarang?” membahas tentang hal yang tidak saja sangat manipulatif tetapi juga ambigu. Majalah itu berkata seolah-olah badan pimpinan melakukan penyesuaian pemahaman ajaran Alkitab yang dibuatnya merupakan hal manusiawi karena tidak mendapatkan pengarahan langsung dari surga dan mereka tidak sempurna: 

Fenomena Berkembangnya Kultus: Menjual Agama

http://saksi-saksi-yehuwa.blogspot.com/2012/09/natal-dan-saksi-yehuwa.html
Menjual Agama Lebih Laku dan Menarik
MENGAPA KULTUS BERKEDOK agama lebih banyak dibandingkan bentuk politik ataupun bisnis?” merupakan pertanyaan bagus dari seorang teman ketika kami berbincang tentang fenomena berjamurnya kultus, khususnya ketika membicarakan fenomena gerakan Saksi-Saksi Yehuwa dan Mormon di Indonesia yang berkembang dan mampu menjerat orang-orang Kristen awam. Ya, mengapa?

Saya banyak membaca topik tentang kultus tetapi tidak pernah membaca jawaban atas pertanyaan tersebut. Sampai akhirnya saya mengamati fenomena PILKADA DKI Jakarta 2017 dan pidato pertama Anies Baswedan seusai dilantik sebagai gubenur DKI Jakarta yang beraroma rasis menyentak saya; memberikan pencerahan dan membuka mata saya yaitu berdagang sesuatu yang beraroma keagamaan kepada orang lebih mudah daripada menjual hal yang lainnya. Jualan agama lebih laku daripada jualan lainnya karena agama memiliki dimensi rasional dan irrasional. Dimensi irrasional lebih banyak berperan dibandingkan rasio. Faktanya ketika menyangkut agama, dimensi irrasional bisa mengalahkan rasio. Mau contohnya?      


Saksi Yehuwa Berkata “Kami Ingin Orang Membaca Alkitab”


SAYA MENEMUKAN SEBUAH kesaksian dari mantan Saksi Yehuwa, Christian Katja di saluran youtube.com dengan judul yang menarik, yaitu “Bagaimana Saksi Yehuwa Berdusta di Pintu Rumah Anda! jw.org (How Jehovah's Witnesses LIE to You At The Door! jw.org”). Apa yang dibagikan kepada publik merupakan sebuah konfirmasi bahwa apa yang saya tulis dan singkap di blog ini merupakan sebuah kebenaran. 

Silahkan disimak 1 dari 3 alasan mengapa Saksi Yehuwa berdusta kepada Anda dalam artikel bersambung ini dan di bagian paling bawah merupakan bahasa aslinya.

Ajaran Kultus Dapat Menghancurkan Hubungan Keluarga

ajaran kultus saksi yehuwa dapat menghancurkan dan mencerai-beraikan hubungan keluarga
Ajaran Kultus Dapat Mencerai-beraikan Keluarga
SAYA INGIN MENGAJAK pembaca blog ini untuk merenungkan dan membayangkan sebuah kisah yang mungkin bisa terjadi kepada siapapun juga termasuk Anda sehubungan dengan keyakinan agama yang seseorang yakini dan anut. 

Anda dilahirkan dan dibesarkan dalam sebuah keluarga single mother dengan 4 orang anak. Tentunya kehidupan keluarga tersebut tidaklah mudah, bukan? Ibu Anda harus bekerja double kerjaan agar bisa menghidupi dan memenuhi keperluan anak-anak. Ketika makanan tidaklah cukup untuk seluruh keluarga, ibu Anda rela lapar dan memberikan makanan untuk anak-anak-anaknya. Dan luar biasanya ibu Anda mampu menghadiri dan mengajak Anda untuk menjalankan rutinitas keagamaannya yang diyakininya sebagai sebuah kebenaran. Rutinitas keagamaan ini sungguh luar biasa padat, bisa menghabiskan 20% s/d 50% [bergantung komitmen Anda untuk melakukannya] dari waktu kehidupan sehari-hari Anda; misalnya menghadiri pertemuan rutin, mempersiapkan materi untuk perhimpunan bahkan mengabar dari rumah ke rumah dan melakukan pelajaran Alkitab bagi peminat baru. 

Bahkan ketika Anda sakit ginjal dan membutuhkan pencakokkan ginjal, ibu Anda mengorbankan ginjalnya sendiri agar Anda dapat sehat dan pulih seperti semula. Sungguh hal yang luar biasa, bukan?


Perubahan Ajaran Berarti Memfitnah Allah dan Yesus Kristus

saksi yehuwa membenarkan perubahan ajarannya seolah-olah berdasarkan alkitab padahal sebenarnya memfitnah allah dan yesus
Perubahan Ajaran Berarti Memfitnah Allah
SALAH SATU AJARAN Saksi Yehuwa yang menggelikan dan tidak masuk akal adalah ajaran yang berubah-ubah. Misalnya saja mengenai keyakinan masa kini Saksi Yehuwa tentang kehadiran dan mulainya Kristus memerintah sebagai raja telah terjadi sejak 1914. Padahal dulu, Charles Taze Russell, sebagai pendiri Lembaga Menara Pengawal atau Siswa-Siswa Alkitab, mengajarkan kehadiran Yesus dimulai sejak 1874 dan memerintah di surga pada 1878 (Kerajaan Allah Memerintah, hlm. 51, baca online di sini) 1

Dua Kerugian Meyakini Ajaran Aneh Saksi Yehuwa

kerugian menjadi saksi yehuwa disiksa kekal di neraka dan tidak beroleh kesempatan kedua
Kerugian Menjadi Saksi Yehuwa
SECARA TIDAK SENGAJA hari Minggu lalu setelah pulang kebaktian saya bertemu di sebuah mall dengan salah seorang Saksi Yehuwa yang dulu mengajari doktrin Saksi Yehuwa melalui buku “Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?”. Jabatan beliau saat ini adalah hamba pelayanan, satu langkah lagi menjadi seorang penatua. Dalam pertemuan tersebut, beliau mengingatkan bahwa tidak lama lagi kiamat dan mengajak saya untuk kembali belajar Alkitab dengannya (sebenarnya bukanlah belajar Alkitab melainkan belajar opini manusia terhadap Alkitab, baca di sinidan menghadiri perhimpunan di Balai Kerajaan.

Mengakhiri pertemuan singkat tersebut, beliau mengatakan satu hal yang membuat saya teringat kembali alasan saya menghentikan belajar buku tersebut. Pernyataan itu juga telah saya utarakan kepada setiap Saksi Yehuwa yang saya jumpai untuk merangsang pikirannya. Rupanya pernyataan tersebut membekas dalam pikirannya dan beliau menjawab jujur bahwa apa yang saya katakan masuk akal dan ia tidak bisa menjawabnya. Pernyataan saya adalah menjadi seorang Saksi Yehuwa sungguh pasti ruginya 2 kali. Dan apa yang saya sampaikan itu pernah disampaikan di blog ini, tetapi saya lupa di artikel bagian mana karena apa yang saya tulis sudah cukup banyak. Apakah itu? 


Perbedaan Pendidikan Dengan Propaganda

perbedaan propaganda dengan pendidikan saksi yehuwa untuk menjerat orang menjadi anggotanya
Perbedaan Pendidikan dengan Propaganda
SALAH SATU CIRI-ciri sebuah kultus berkedok agama Kristen adalah pemanfaatan propaganda informasi yaitu rangkaian pesan yang dibuat sedemikian rupa untuk tujuan mempengaruhi pendapat atau kelakuan sekelompok masyarakat tertentu. Silahkan baca Ciri Kultus: Menggunakan Propaganda Informasi untuk mengetahui bagaimana cara organisasi Saksi Yehuwa menggunakan propaganda informasi.

Sebagai propagandist ulung, organisasi Saksi Yehuwa dalam publikasinya Sedarlah! 22/8/1978 hlm. 3-4 memberikan pelajaran yang berharga tentang propaganda untuk dapat dipelajari oleh para pembacanya. Majalah Sedarlah! mengatakan:

Organisasi Saksi Yehuwa Mencatut Nama Allah Dan Yesus Kristus!

saksi yehuwa patuh dan taat secara absolut mengikuti manusia mengaku wakil dan pengganti Allah adalah budak manusia
Manusia Patuh Dan Taat Absolut Adalah Budak Manusia
ARTIKEL CONTOH KULTUS memanipulasi: Kebebasan Memilih membahas bahwa para anggota kultus merasa dan mengira dirinya memiliki kebebasan memilih untuk melakukan apa yang diinginkannya sesuai dengan hati nurani dan daya nalarnya. Faktanya tidaklah demikian. Anggota kultus sebenarnya berada di dalam sebuah “ilusi kontrol” (baca di sini). Ini seperti melihat sebuah pertunjukkan sulap yang diperform oleh David Copperfield di mana kita melihat secara nyata patung Liberty hilang di hadapan kita. Apakah benar patung Liberty hilang? Tentunya, tidak. Jika tidak hilang mengapa kita tidak dapat melihatnya? David Copperfield memanfaatkan suatu teknik magic trick yang sedemikian manipulatif sehingga menipu indera penglihatan kita seolah-olah patung tersebut hilang.

Manipulatif Kultus: Hubungan Menjadi Budak Manusia dan Bebas Berpikir

saksi yehuwa hanya boleh memakan mencerrna dan menyerap makanan badan pimpinan tanpa boleh mempertanyakannya dan mengkritiknya
ALKITAB MENGAJARKAN ORANG Kristen boleh berbeda pemahaman tetapi harus memiliki satu iman, satu Tuhan dan satu baptisan (Efesus 4:5, dibahas di sini) karena Paulus dalam tulisannya di Roma 14:1-12 mengajarkan boleh adanya perbedaan pemahaman. Mengapa boleh? Karena pada akhirnya setiap orang “akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah” (Roma 14:12). Apa artinya? Karena setiap individual harus mempertanggung-jawabkan segala sesuatunya kepada Allah maka ia harus benar-benar yakin dengan kebenaran yang dipercayainya. Kita tidak dapat mengandalkan dan menggantung pemahaman kita kepada orang lain karena mungkin saja pemahamannya keliru. Menggantungkan keyakinan kita kepada orang lain berarti menggantungkan keselamatan kekal kita kepadanya. Kita adalah manusia celaka dan paling bodoh jika demikian!

Badan Pimpinan Membentuk Pola Pikir Saksi Yehuwa

Memaksakan Kehendak, Masuk Akalkah? 
MAJALAH MENARA PENGAWAL 15 Sept. 2015, hlm. 10 membahas hal yang sangat menarik untuk dikaji yaitu bagaimana organisasi Saksi Yehuwa menyarankan para anggotanya, Saksi-Saksi Yehuwa bersikap “masuk akal” untuk  tidak memaksakan sarannya kepada orang lain. Dalam contoh kasusnya, majalah tersebut mengillustrasikan sepasang suami istri yang mendesak teman-temannya untuk minum suplemen makanan tertentu. Tentunya suami istri itu berhak memutuskan bagi diri mereka sendiri untuk mencoba sumplemen dan diet tertentu, tetapi sangatlah lucu jika pasangan tersebut memaksakan kehendaknya kepada teman atau saudaranya turut juga mencobanya, bukan? Mengapa? Karena keuangan dan yang utamanya kebutuhan akan suplemen dan diet tertentu tentunya berbeda pada masing-masing individu, bukan?

Saya percaya apa yang dikatakan oleh majalah Menara Pengawal itu sangatlah masuk akal. Berikut kutipannya:

.