Injil Kerajaan Palsu: Hidup Kekal Di Bumi Firdaus

SETIAP SAKSI-SAKSI Yehuwa diwajibkan untuk memberitakan “Injil atau Kabar Baik”. Karena merasa dirinya sebagai kelompok yang giat memberitakan “Injil” dengan cara dari pintu rumah ke pintu rumah dan membuka gerai-gerai di lokasi tertentu, Lembaga Menara Pengawal dalam salah satu publikasinya yaitu “Jalan Menuju Kehidupan” hlm. 24 mengklaim “Tidak ada kelompok lain yang melakukan kehendak Allah dengan memberitakan kabar baik Kerajaan. Hanya Saksi-Saksi Yehuwa yang memberi tahu orang-orang di seluruh bumi tentang Kerajaan Allah”.

Suatu klaim yang luar biasa, bukan? 

Namun demikian menurut saya pribadi yang paling utama yang perlu diperhatikan adalah bukan pada masalah “giat dan gigihnya” dalam memberitakan injil tersebut, melainkan apakah “Injil atau Kabar Baik” yang diberitakan para Saksi Yehuwa tersebut sesuai dengan apa yang diberitakan oleh para rasul, khususnya rasul Paulus. Mengapa? Merupakan hal yang sangat sia-sia dan malahan dikutuk sebagai penyesat-penyesat jika ternyata injil yang diberitakan merupakan “injil lain” yang tidak sesuai dengan “Injil atau Kabar Baik” yang diberitakan oleh rasul Paulus (Gal. 1:6-9).

Nah, “Injil atau Kabar Baik” apakah yang diberitakan oleh para Saksi Yehuwa sehingga diklaim sebagai satu-satunya kelompok yang memberitakan kabar baik tersebut? Kita bisa lihat dari salah satu publikasinya, yaitu majalah Menara Pengawal menyatakan berikut ini:

Apakah Kerajaan Itu?

Namun, apa Kerajaan yang sedang diberitakan sebagai kabar baik itu? Itu adalah Kerajaan yang telah diajarkan kepada jutaan orang untuk didoakan dalam kata-kata yang kita kenal baik ini, ”Bapak kami yang di surga, biarlah namamu disucikan. Biarlah kerajaanmu datang. Biarlah kehendakmu terjadi, seperti di surga, demikian pula di atas bumi.”—Matius 6:9, 10.

Ini adalah Kerajaan yang dibicarakan oleh nabi Ibrani, Daniel, lebih dari 25 abad yang lalu sewaktu ia menulis, ”Allah yang berkuasa atas surga akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan pernah binasa. Dan kerajaan itu tidak akan beralih kepada bangsa lain. Kerajaan itu akan meremukkan dan mengakhiri semua kerajaan ini, dan akan tetap berdiri sampai waktu yang tidak tertentu.”—Daniel 2:44.

Jadi, kabar baik ini adalah tentang Kerajaan, atau pemerintahan, oleh Allah yang akan menghapuskan semua kefasikan dan kemudian memerintah seluruh bumi dalam damai. Kerajaan ini akan mewujudkan maksud-tujuan Pencipta yang semula bagi manusia dan bumi ini.—Kejadian 1:28. (Menara Pengawal, 1/4/2001, hlm. 3)*
Perhatikan kalimat berwarna merah tersebut mereferensikan kitab Kej. 1:28 yang berbunyi, “Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."” Jadi “Injil atau Kabar Baik” yang diberitakan oleh para Saksi Yehuwa adalah tentang “suatu kerajaan yang akan mewujudkan maksud-tujuan Pencipta yang semula bagi manusia dan bumi ini”. Apakah maksud-tujuan Pencipta yang semula bagi manusia dan bumi ini? Yaitu manusia akan hidup kekal di bumi firdaus!

Apakah definisi “Injil atau Kabar Baik” yang demikian juga diberitakan oleh para rasul, khusus rasul Paulus sebagai seorang penginjil sejati? Sayangnya, tidak! Injil atau Kabar Baik yang diberitakan oleh para Saksi Yehuwa merupakan “injil lain” yang dikutuk oleh Paulus di Gal. 1:6-10 sebanyak 2 kali karena tidak sama dengan “Injil atau Kabar Baik” yang diberitakannya.

Lalu “Injil atau Kabar Baik apakah yang diberitakan oleh rasul Paulus? artikel SAKSI YEHUWA Pemberita INJIL SEJATI atau PALSU? yang menjelaskan bagaimana Paulus menegaskan kepada jemaat Korintus bahwa mereka telah diselamatkan jika mereka teguh berpegang pada Injil itu, yaitu bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan! Inilah berita Injil yang disampaikan oleh Paulus. Ya, 3 hal ini merupakan inti berita Injil yang Paulus kabarkan kepada segala bangsa (1 Kor. 15:1-4). Sebenarnya, inti dari Perjanjian Baru adalah tentang rencana keselamatan manusia melalui karya Yesus Kristus; yaitu kelahiran-Nya, kematian-Nya untuk menebus dosa manusia dan kebangkitan-Nya. Dengan mempercayai Yesus Kristus dengan karya keselamatan-Nya maka manusia diselamatkan. Oleh sebab itu, Paulus mengatakan bahwa Injil itu merupakan kekuatan Allah yang menyelamatkan bagi orang yang percaya (Roma 1:16).

Bahkan jika Saudara membaca seluruh Perjanjian Baru; tidak ada satu pun rasul, termasuk juga Yesus Kristus menyampaikan tentang “injil atau kabar baik” seperti yang dijelaskan oleh Saksi Yehuwa. Rasul Paulus tidak pernah berbicara tentang “suatu kerajaan yang akan mewujudkan maksud-tujuan Pencipta yang semula bagi manusia dan bumi ini yaitu hidup kekal di bumi firdaus”. Sebaliknya, Paulus kepada jemaat Filipi berbicara tentang “kewarga-negaraan sorga”, bukan hidup kekal di bumi firdaus. (Filipi 3:20)

Alkitab Perjanjian Baru mengajarkan bahwa seluruh pengharapan orang Kristen adalah berada bersama-sama Kristus di sorga sesuai dengan perkataan Yesus sendiri, “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada” (Yohanes 14:2-3).

Gagasan tentang “hidup kekal di bumi firdaus” diajarkan tahun 1930-an oleh presiden ke-2 Lembaga Menara Pengawal, Joseph Rutherford, seorang nabi palsu yang memprediksi kebangkitan para nabi Perjanjian Lama. Baca Joseph Rutherford Dan Saksi-Saksi Yehuwa. Sebenarnya, doktrin “hidup kekal di bumi firdaus” seperti sebuah jalan yang kelihatan lurus tetapi ujungnya menuju maut (Amsal 14:12). Doktrin ini merupakan propaganda pemikat yang menjadi iming-iming kelompok kultus untuk menjerat korbannya.

Jika Anda seorang Saksi Yehuwa yang yakin bahwa seluruh ajaran yang diterimanya berdasarkan Alkitab, saya memiliki pertanyaan tantangan bagi Saudara untuk dijawab:

Di bagian manakah dari Perjanjian Baru yang mengajarkan konsep “Injil atau Kabar Baik” seperti yang diberitakan oleh Saksi Yehuwa dewasa ini, yaitu seperti yang saya jelaskan di atas?

Jika Saudara tidak mampu menemukan “injil atau kabar baik” yang selama ini Saudara beritakan sama dengan para rasul maka jelas apa yang Saudara beritakan merupakan “injil atau kabar baik lain” yang dikutuk oleh rasul Paulus.

Pertanyaannya sekarang adalah mengapa “injil atau kabar baik” yang diberitakan oleh para Saksi Yehuwa tidaklah sama dengan apa yang diberitakan oleh rasul Paulus? Mengapa organisasi Saksi Yehuwa mempropagandakan “injil atau kabar baik lain” sebagai “suatu kerajaan yang akan mewujudkan maksud-tujuan Pencipta yang semula bagi manusia dan bumi ini” yaitu manusia akan hidup kekal di bumi firdaus! Silahkan baca Injil Berdasarkan Hikmat Allah Dan Hikmat Manusia (1 Kor. 1:18-31).

Jika Saudara kurang memahami siapa dan apa di balik ajaran Saksi Yehuwa dan ingin mengetahuinya, silahkan klik Membongkar Inti Agama Saksi Yehuwa: Kristen Sejati, Sesat atau Kultus?

Bagaimana pendapat Saudara?

Soli Deo Gloria

Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka (2 Petrus 2:1)

Artikel Terkait:
1. Saksi Yehuwa: Penyembah Berhala Modern
2. Mengungkap Organisasi Allah Berkedok Agama Kristen
3. Fakta Saksi Yehuwa: Suatu Kultus Dan Nabi Palsu
4. Saksi Yehuwa Pemberita Injil Sejati Atau Palsu?
5. Injil Palsu: Hidup Kekal Di Bumi Firdaus


* http://m.wol.jw.org/id/wol/d/r25/lp-in/2001240

13 comments :

  1. Dalam doa Bapa Kami terdapat kalimat....jangan masukkan kami dalam pencobaan....dst.
    Itu artinya manusia sadar dirinya lemah dan gampang berdosa, sangat takut menghadapi cobaan dari Tuhan, akankah berhasil tabah atau serta merta mengatakan Tuhan itu tidak adil pada hambanya yg taat beribadah justru dicobai imannya. Tidak bisa dibayangkan jika kita mendapat cobaan spt bapa Abraham yg harus menyembelih anak sendiri.

    Sebaliknya manusia2 ssy setiap hari, setiap dinas, setiap berhimpun, setiap par, selalu mencobai kesabaran Allah.

    Salam
    AS

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan cuma mencobai kesabaran Allah, tapi juga membuat para rasul dan para nabi tidak bisa beristirahat dengan tenang, sebab pekerjaannya diacak-acak dan dombanya terus diculik di balai kerajaan dan gereja2 sesat lain.

      Salam
      AS

      Delete
  2. coba anda baca kembali doa Bapa Kami dalam Matius 6:9 ada kata kata Biarlah kehendakmu terjadi, seperti di surga demikian pula di atas bumi.
    Kehendak Allah ingin agar manusia yang setia untuk hidup dalam Firdaus dibumi seperti yang dinikmati oleh Adam dahulu. Bukannya hidup disurga.
    coba bandingkan ayat berikut bahwa kehidupan kekal itu dibumi bukannya disurga:
    Mazmur 37:11 bahwa orang yg lembut hati akan memilii bumi
    Lukas 23:43 bahwa Yesus berjanji firdaus kpd penjahat yg disalib disebelahnya
    Kisah 24:15 bahwa ada kebangkitan dibumi bukannya disurga
    Dan masih banyak lagi ayat alkitab yg mendukung bahwa hidup kekal itu sebenarnya dibumi bukannya di surga karna kita manusia diciptakan dari debu yang ada dibumi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Anonim,

      Terima kasih atas komentarnya.

      Tentunya Saya bisa membuktikan bahwa ayat2 yg Anda gunakan utk mendukung pemahaman Anda itu keliru. Dengan senang hati kita diskusikan pemahaman mana yg benar. Misalnya ayat Matius 6:9 yaitu Biarlah kehendakmu terjadi, seperti di surga demikian pula di atas bumi. Ayat INI tidak bicara tentang manusia akan hidup di bumi, melainkan kehendak Bapa yg terjadi dibumi seperti di surga.

      Percayalah pemahaman Anda sangat keliru dng ayat2 lainnya.

      Namun demikian, bolehkan Anda menjawab pertanyaan dari apa yg saya tulis yaitu apakah Injil yg rasul Paulus beritakan adalah sama dengan APA yg Saksi-Saksi Yehuwa beritakan?

      Salam kasih Kristus

      Delete
    2. Kalau penjahat yg disalib sebelah kanan langsung ke surga, nanti dia yg sulung dong? Dan lagi dosa2 nya harus diproses.

      Anda juga wajib baca sabda bahagia. Apakah disana disebut2 firdaus baru? Ataukah surga?. Terus Yesus membuat puluhan perumpamaan, adakah Yesus menyinggung2 kerajaan firdaus baru? Ataukah kerajaan surga?. Diantara perumpamaan tsb pernahkah 144000 orang terurap nongol? Sedang mengajari ulang penduduk kerajaan firdaus baru?

      Mikir !!!

      Salam
      AS

      Delete
    3. Orang yg lembut hati akan memiliki bumi disebut dua kali di mzm & sabda bahagia.

      Lawan kata berhati lembut itu mengeraskan hati. Sudah tahu salah tapi malah ngumpet. Tidak bisa memiliki bumi lama maupun bumi baru ataupun surga, tapi di neraka bersama bp lmp.

      Kemas-kemas pilih yg mana?

      Salam
      AS

      Delete
  3. Kata "biarlah" di doa Bapak kami versi TDB sangat mengusik nalar.

    Biarlah artinya biarin, maka terdengar Biarin namamu disucikan, biarin kerajaanmu datang, biarin kehendakmu terjadi. Kesan negatif langsung merebak yg berdoa tidak sreg/ tidak kuasa lagi/ pasrah tidak berdaya.

    Makna biarlah yg lain: ada 2 fakta bertentangan yg dimenangkan fakta yg menyertai kata biarlah. Maka akan terdengar Biarlah namamu disucikan (padahal tidak/ belum suci). Biarlah kerajaanmu datang (padahal tidak terlalu suka kedatangannya). Biarlah kehendakmu terjadi (padahal keinginanku agak sedikit beda).

    Makna biarlah yg lain: pembiaran ketidakbenaran,karena toh proses yg benar secara otomatis bekerja.

    Makna biarlah lain: tidak apa2/ tidak terlalu mengkhawatirkan. Contoh: biarlah dia mengambil berasnya sedikit.

    Kita dikecoh seolah olah kata "Biarlah" adalah sebuah persetujuan. Justru orang setuju aklamasi tidak butuh kata biarlah. Contoh tidak setuju: biarlah dia jadi raja kita. Bandingkan dg contoh setuju: Dialah raja kita/ dia layak jadi raja kita.

    Doa Yesus yg asli adl versi LAI. Persetujuan yg mantap: dikuduskanlah namaMu, Datanglah kerajaanMu, Jadilah kehendakMu. Bahkan doa Bapa Kami telah dipalsukan ssy, kurang ajar banget.

    Itu pendapat inyong, bagaimana pendapat pembaca yg lain. Mohon koreksinya jika salah/ kurang cermat.

    Salam
    AS

    ReplyDelete
    Replies
    1. "Biarlah" kalau pakai basa jawa:

      yo wis ben ( rak po po ) namamu disucikan, wis ben kerajaanmu datang, wis ben kehendakmu terjadi,

      Itu terdengar sangat kasar, kualat, rak sopan, rak ono sopan santune babar pisan.

      Untuk ukuran keraton bisa dipenjara, digebuki sipir. Apalagi untuk ukuran kerajaan surga.

      Mau pakai kata "biarkan" hasilnya tetap buruk, seolah-olah dua kekuatan sedang berhadap-hadapan, dan nada perintah dalam doa sungguh mimpi buruk.

      Silahken pilih LAI atau TDB sesuai kesadaran dan kecerdasan anda, monggo diaturaken.

      Salam
      AS

      Delete
  4. Bapa dan Bapak beda jauh. Kalau Bapa adl Bapa surgawi/ Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub/Allah Bapa. Kalau Bapak itu orangtua kita/ suaminya ibu kita/ Pria dewasa yg sudah nikah dan punya anak.

    Gara2 huruf K doang tapi bikin sakit telinga, sakit mata.

    Salam
    AS

    ReplyDelete
  5. Kabar baik kok disampaikan dg membuat onar serta berisik, bombastis, & mengganggu privasi orang. Jejak keonaran ssy terekam di kotak sampah komen saksi, jejak berisik ssy terekam di pidato millions now living WILL DIE, kebombastisan ssy ditandai dg gong kesengsaraan besar. Ssy mengganggu privasi orang terekam kamera sedang mengetuk2 pintu rumah tidak berpagar.

    Kabar baik kok makan korban muda-mudi ( human predator ) yg menyangka mendahulukan Allah, padahal cuma mendahulukan aturan buatan organisasi berlidah dusta.

    Kabar baik kok dibandrol dan dilindungi hak cipta. Siapa juga yg mau nyontek publikasi payah? Justru saksi yg beli majalah yg kedapatan nyontek. Permen kecemplung got aja dicontek persis, kayak nggak ada contoh yg lain.:-). Tiang siksa yg fiktif dicontek komplit. Hak cipta tiang siksa dilanggar ratusan kali oleh saksi sendiri, bukan orang luar. Lucu banget.

    Hal menarik yg lain publikasi tidak sempat mencetak identitas kerajaan. Balai kerajaan justru beridentitas jw.org ( branding tebarunya ). Tidak berani menyebut identitas surga, nanti tidak cucok/ bentrok dg doktrin firdaus baru. Jadi tidak lain adl kerajaan kurang kerjaan.

    Salam
    AS

    ReplyDelete
  6. Injil Yohanes dan kitab wahyu ditulis oleh orang yg sama. Injil Yoh menyebutkan Yesus tahu jalan ke surga, menyiapkan tempat tidak terbatas utk 144000 saja, akan menjemput agar kita tidak kesasar. Kemudian di pulau patmos baru menulis kitab wahyu. Yohanes tidak menganulir/ mengoreksi injil Yohanes karena memang tidak ada yg bertentangan. Terlihat bertentangan bagi orang biasa, karena terdapat frase dunia yang baru dan langit yang baru. Dan ada pesan dari malaikat yg memberi penglihatan, untuk memeteraikan bagian yg tidak boleh ditulis. Jadi, faktanya kitab wahyu yg bisa kita baca, ada bagian yg masih tersembunyi dan tidak ditulis.

    Tindakan menomorsatukan wahyu sbg panglima dari alkitab adl patut dikecam. Semua bagian alkitab semua penting krn saling terkait. Mengikuti wahyu saja akan berujung kebingungan, sedangkan mengikuti injil, dukungannya dapat dipertanggungjawabkan keakuratannya 100%.

    Salam
    AS

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita percaya dua hal:
      1. Wahyu adl penglihatan rasul Yohanes di pulau Patmos ttg akhir jaman.
      2. Para rasul total 12 plus Paulus semua "lulus cum laude" masuk surga.

      Perhatikan betapa dalamnya kitab wahyu: Yohanes seharusnya melihat dirinya sendiri dalam "jajaran elit", namun dia tidak dapat mengenali dirinya sendiri atau mengenali kedua belas rekannya dalam penglihatan itu. Jelas sekali ada bagian penting dari wahyu yg dimeteraikan supaya tidak disalahgunakan manusia jahat, seperti halnya di kitab Daniel ada bagian yg dimeteraikan.

      Berapa persen yg dimeteraikan, sangat mustahil mengetahuinya. Itu sebabnya jangan mengajar-ajarkan wahyu, cukup membacakan dan atau mendengarkan saja.

      Akan sangat aneh bukan jika bp lmp mengklaim mereka adalah kaum terurap, & sok tau jumlah 144000 belum lengkap krn bla, bla, bla....

      Salam
      AS

      Delete
  7. Perhatikan seksama setiap gambar majalah wt. Gambar Firdaus baru nya adalah gambar orang sedang PIKNIK menikmati alam yg asri. Kalau ujungnya cuma piknik, ikut program Tour aja beres, banyak tempat di bumi lama yg indah dan disanjung seperti di surga

    Salam
    AS

    ReplyDelete

Tolong SEBUTKAN Nama Atau Initial Anda saat memberi komentar agar memudahkan Mitra diskusi Anda mengidentifikasikan Anda.

Non Kristiani, mohon tidak memberi komentar.

Jika Anda ingin komentar, silahkan klik DI SINI DULU

.