Bukti Propaganda dan Kemunafikan Saksi Yehuwa: Situs JW.ORG

menyingkap propaganda kemunafikan badan pimpinan agama saksi yehuwa
Menyingkap Kemunafikan Situs Resmi Saksi Yehuwa: JW.ORG
KETIKA YESUS KRISTUS hidup di dunia, Ia banyak mengecam ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi sebagai orang-orang munafik (Mat. 23:13). Yesus mengecam kemunafikan mereka lebih keras dibandingkan dengan kecaman-Nya terhadap sikap dan tindakan mereka yang menolak-Nya, mencobai-Nya dan bahkan ingin membunuh-Nya. Mengapa demikian? Sebab, kemunafikan itu sungguh berbahaya.

Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan kata “munafik” sebagai sikap “berpura-pura percaya atau setia dan sebagainya kepada agama dan sebagainya, tetapi sebenarnya dalam hatinya tidak; suka (selalu) mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan perbuatannya; bermuka dua”. Jadi di dalam kemunafikan selalu ada kepura-puraan, tipu muslihat dan kelicikan. Dengan demikian, sikap munafik itu menghambat dan menghalangi orang lain untuk melihat dan menemukan kebenaran. Dalam artikel kali ini saya akan Menyingkap Propaganda dan Kemunafikan Situs Resmi Saksi Yehuwa: JW.ORG


Situs JW.ORG pada bagian Pertanyaan Umum, di mana pembaca biasanya banyak mengklik untuk mendapatkan informasi tentang Saksi-Saksi Yehuwa, berjudul “Apakah Saksi-Saksi Yehuwa Memaksa Orang untuk Pindah Agama?” menjawab:

Tidak. Kami pernah menjelaskan ini dalam majalah utama kami, Menara Pengawal, ”Menekan orang-orang untuk mengubah agamanya adalah salah.” * Kami tidak memaksa orang karena alasan berikut:
  • Yesus tidak pernah memaksa orang untuk menerima ajarannya. Dia tahu bahwa hanya sedikit orang yang akan menerimanya. (Matius 7:13, 14) Sewaktu beberapa orang tidak mau lagi menjadi muridnya karena tidak suka dengan ajarannya, Yesus tidak memaksa mereka untuk tetap mengikutinya.—Yohanes 6:60-62, 66-68.
  • Yesus mengajar para pengikutnya untuk tidak memaksa orang lain pindah agama. Jadi, murid-murid Yesus tidak pernah memaksa orang untuk mendengarkan kabar baik tentang Kerajaan Allah. Mereka hanya mencari orang-orang yang mau mendengarkan.—Matius 10:7, 11-14.
  • Pindah agama karena terpaksa itu sia-sia, karena Allah hanya ingin orang beribadat kepada-Nya dengan hati yang rela.—Ulangan 6:4, 5; Matius 22:37, 38.
Ya. Alkitab menunjukkan bahwa seseorang berhak pindah agama. Alkitab mencatat banyak orang yang memutuskan sendiri untuk pindah dari agama keluarganya dan beribadat kepada Allah yang benar. Misalnya, Abraham, Rut, beberapa orang Athena, dan rasul Paulus. (Yosua 24:2; Rut 1:14-16; Kisah 17:22, 30-34; Galatia 1:14, 23) Selain itu, Alkitab bahkan mencatat bahwa seseorang berhak untuk meninggalkan ibadat yang benar, meskipun itu keputusan yang salah.—1 Yohanes 2:19.

Hak seseorang untuk pindah agama didukung Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. Deklarasi ini diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai ”dasar hukum internasional untuk hak asasi manusia”. Deklarasi itu menyatakan bahwa setiap orang ”bebas untuk pindah agama atau berganti keyakinan” dan ”untuk mencari, menerima, serta membagikan informasi dan gagasan”, termasuk kepercayaan agama. * Tentu saja, setiap orang juga harus menghormati hak orang lain untuk mempertahankan keyakinannya dan menolak gagasan yang tidak mereka setujui. (baca online di sini)
Apa yang dinyatakan Saksi Yehuwa dalam situs resminya merupakan sebuah propaganda informasi yang menyesatkan bagi orang-orang yang tulus mencari kebenaran tentang Saksi-Saksi Yehuwa yang terkenal akan sistem pemecatannya karena jawaban tersebut di tempatkan pada bagian Pertanyaan Umum. Propaganda informasi menyesatkan biasa dilakukan oleh kelompok kultus untuk menjerat dan menipu orang. Untuk mengetahui apa itu propaganda, saya telah menulisnya dan dapat di baca di artikel:

JW.Org menyatakan bahwa Saksi Yehuwa “Tidak. Kami pernah menjelaskan ini dalam majalah utama kami, Menara Pengawal, ”Menekan orang-orang untuk mengubah agamanya adalah salah” merupakan propaganda yang menyesatkan karena peraturan tersebut hanya berlaku bagi orang Kristen atau Katolik atau agama lain yang ingin menjadi seorang Saksi Yehuwa. Bagaimana jika seorang Saksi Yehuwa ingin pindah menjadi Katolik atau Kristen? Bisakah ia pindah agama dengan bebas tanpa tekanan dari teman dan keluarganya yang Saksi? Tidak bisa. Saksi Yehuwa memberlakukan peraturannya yang diklaim berdasarkan Alkitab yaitu pemecatan dan dijuluki sebagai murtad yang sakit mental sebagai sebuah tekanan sosial (baca di sini) di mana seluruh temannya tidak akan berhubungan dengannya lagi meskipun hanya sekedar menyata Hello. Bahkan dengan keluarga atau kerabat dekatnya menjaga jarak. Silahkan klik Mengucilkan Mantan Anggota. Organisasi Saksi Yehuwa sengaja menekan  anggotanya yang ingin pindah agama secara sosial agar ia membatalkan keinginannya dan tetap setia (Baca Metode Tekanan Sosial). Ini kata mantan penatua Saksi Yehuwa yang pernah berkomentar di blog ini tentang standar pemecatan:

standar pemecatan di dalam prosedur organisasi SSY sangatlah keras. Orang yg dipecat tersebut harus dihindari seperti menghindari penderita penyakit kusta (harus dianggap najis), tidak boleh bertemu atau bertatap muka, bahkan bersalaman pun tidak boleh dengan orang semacam itu (baca di sini)
Situs Cult Help And Information Center mengatakan tentang praktek kultus sebagai berikut:

Mereka menggunakan intimidasi atau manipulasi psikologis untuk menjaga kesetiaan anggota kepada jajaran mereka. Hal ini bisa dalam bentuk ancaman bencana mengerikan yang dikirim oleh Allah jika mereka pergi; kematian di Armageddon; dikucilkan oleh keluarga dan teman-teman dan lain-lain. Ini adalah bagian penting dari proses pengendalian pikiran (Mind Control).

They use intimidation or psychological manipulation to keep members loyal to their ranks. This could be in the form of threats of dire calamity sent by God if they leave; certain death at Armageddon; being shunned by their family and friends etc. This is a vital part of the mind control process.
Dan memang sebagai orang Kristen kita perlu memerangi jeratan kultus karena kelompok kultus tidak saja mengajarkan ajaran Kristen yang sesat tetapi juga memang prakteknya bertentangan dengan hak asasi seseorang, seperti berpindah agama dengan bebas seperti yang dinyatakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Artikel ini juga membuktikan bahwa Saksi Yehuwa bukan saja sedang mempropagandakan infomasi menyesatkan tetapi juga bersikap munafik karena apa yang disampaikan melalui situs resminya tidak sesuai dengan perbuatannya. Sikap munafik Saksi Yehuwa dalam situs resminya terbukti menghambat dan menghalangi orang lain untuk melihat dan menemukan kebenaran yang ingin diperolehnya. 

Bagi Anda seorang Saksi Yehuwa yang ingin keluar dari perbudakan ala Lembaga Menara Pengawal, tunjukkanlah artikel JW.ORG tersebut sebagai bukti bahwa praktek pemecatan yang mengintimidasi orang untuk berpindah agama merupakan hal yang sia-sia karena Allah hanya ingin orang beribadat kepada-Nya dengan hati yang rela (Ul. 5:4,5; Mat. 22:37-38). 

Tunjukkan pula kutipan Menara Pengawal di bawah ini bahwa hamba Yehuwa tidak boleh munafik karena Yehuwa mengharapkan umat-Nya memberikan dinas suci dengan cara yang bersih dan tidak munafik.

Yehuwa mengharapkan kita memberikan dinas suci kepada-Nya dengan cara yang bersih dan tidak munafik. Namun, Israel telah menjadi ”tanaman anggur yang mengalami kemerosotan mutu” dan tidak produktif. Penduduk Israel telah ’melipatgandakan mezbah-mezbah’ untuk digunakan dalam ibadat palsu. Orang-orang murtad ini bahkan telah mendirikan pilar-pilar—kemungkinan obelisk yang dirancang untuk ibadat yang najis. Yehuwa akan memecahkan mezbah ini dan menghancurkan pilar tersebut.—Hosea 10:1, 2.

Hamba Yehuwa tidak boleh munafik. Namun, apa yang telah terjadi atas bangsa Israel? Ya, ”hati mereka menjadi munafik”! Meskipun mereka pernah memasuki perjanjian dengan Yehuwa sebagai bangsa yang dibaktikan kepada-Nya, Ia mendapati mereka bersalah karena berlaku munafik. Apa yang dapat kita pelajari dari hal ini? Jika kita telah membaktikan diri kepada Allah, kita tidak boleh munafik. Amsal 3:32 memperingatkan, ”Orang yang belat-belit memuakkan bagi Yehuwa, tetapi Ia akrab dengan orang-orang yang lurus hati.” Untuk berjalan dengan Allah, kita harus memperlihatkan kasih ”dari hati yang bersih dan dari hati nurani yang baik dan dari iman tanpa kemunafikan”.—1 Timotius 1:5. (Menara Pengawal, 15/11/2005 Hlm. 27)
Bagaimana pendapat Saudara tentang artikel Bukti Propaganda dan Kemunafikan Saksi Yehuwa: Situs JW.ORG?

Untuk mengetahui siapa dan apa di balik organisasi dan ajaran Saksi Yehuwa, silahkan klik Membongkar Inti Agama Saksi Yehuwa: Kristen Sejati, Sesat atau Kultus? dan buktinya sendiri apakah organisasi Saksi Yehuwa sebuah gerakan Kristen sejati ataukah grup kultus berkedok agama Kristen berdasarkan publikasi dan praktek yang diterapkan dan diajarkan di dalam organisasi tersebut.

Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. (Yakobus 3:17)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Tolong SEBUTKAN Nama Atau Initial Anda saat memberi komentar agar memudahkan Mitra diskusi Anda mengidentifikasikan Anda.

Non Kristiani, mohon tidak memberi komentar.

Jika Anda ingin komentar, silahkan klik DI SINI DULU

.