Mengapa Seseorang Terpengaruh dan Menjadi Saksi Yehuwa?

alasan mengapa seseorang dapat terpengaruh dan menjadi saksi yehuwa merupakan sebuah prosess
Mengapa Seseorang Terpengaruh dan Menjadi Saksi Yehuwa
BERSEDIAKAH ANDA MENJADI anggota organisasi Saksi Yehuwa jika Anda mengetahui sejak awal, ya saya tekankan lagi sejak awal, bahwa Yesus Kristus sudah hadir sejak tahun 1914 dan tahun 1919 telah memilih sekelompok orang, yaitu golongan hamba setia dan bijaksana (Mat. 25:45-47) atau badan pimpinan Saksi-Saksi Yehuwa yang mengaku sebagai wakil dan pengganti Yesus Kristus di bumi agar supaya Anda taat dan tunduk kepadanya. Dan salah satu cara membuktikan ketaatan dan ketundukkan Anda kepada kaum terurap adalah dengan menginjil (istilahnya berdinas) dari rumah ke rumah tanpa mendapatkan bayaran berdasarkan Mat. 28:19? Saya yakin tidak ada orang yang mau. Lalu mengapa ada jutaan Saksi Yehuwa bersedia melakukannya? Artikel ini akan membahasnya; mengapa seseorang terpengaruh dan menjadi Saksi Yehuwa? Baca di sini untuk melihat klaim-klaim badan pimpinan lebih jelas dan beberapa pertanyaan tantangan saya kepada penatua Saksi Yehuwa.

Mengapa seseorang dapat terpengaruh dan menjadi pengikut organisasi Saksi Yehuwa bersedia melakukan kehendak badan pimpinan [pemimpin tertinggi] Saksi Yehuwa? Untuk menjawab ini, saya akan memberikan sebuah anekdot berjudul katak direbus. Katak adalah hewan berdarah dingin (poikiloterm) artinya suhu tubuhnya dapat dipengaruhi oleh suhu sekitarnya. Anekdot ini menceritakan seekor katak ditaruh dalam panci dan direbus hidup-hidup secara perlahan-lahan. Apabila seekor katak langsung ditaruh di dalam air mendidih, otomatis katak tersebut akan melompat keluar. Namun apabila kataknya ditaruh di air dingin dulu dan kemudian airnya dipanaskan secara perlahan-lahan, tubuh katak tersebut secara otomatis akan menyesuaikan dengan suhu air yang naik perlahan-lahan. Katak tersebut tidak sadar bahwa ada perubahan suhu airnya. Katak tersebut tidak akan mengetahui bahayanya air yang semakin panas dan pada akhirnya meskipun tahu tetapi sudah terlambat, sang katak tidak mampu loncat keluar dan mati direbus.

Ilustrasi dimasukkannya seekor katak ke dalam panci dan airnya dipanaskan perlahan-lahan tanpa disadari oleh sang katak persis proses yang terjadi pada seorang Kristen awam yang tidak sadar dirinya telah direkrut oleh seorang Saksi Yehuwa yang dianggap sebagai teman untuk mendedikasikan hidupnya menjadi anggota organisasi Saksi Yehuwa. Dan uniknya, Saksi Yehuwa yang merekrut orang awam tersebut masuk ke dalam organisasi juga tidak menyadari dirinya juga menjadi korban kultus.

Seperti antekdot katak direbus, pada awalnya seseorang tidak sadar dan dapat menerima ajaran Saksi Yehuwa yang sebenarnya karena dibungkus dengan pelajaran Alkitab. Penerimaan ajaran tersebut tidaklah secara instant, melainkan melalui sebuah proses persuasi yang panjang yang diklaim didasarkan Alkitab. Selama proses belajar, ia dimanipulasi sedemikian rupa agar taat dan tunduk mutlak kepada pemimpinnya (baca di sini). Pada akhirnya, seorang calon pengikut akan mengalami perubahan total secara psikologi; ia berubah pola pikirnya, perilakunya, dan emosinya sesuai dengan ideologi absolute dan program dari pemimpin kultus. Ia tidak menyadarinya, tetapi orang terdekatnya, keluarga dan teman dekat, dapat merasakan perubahan yang terjadi di dalam dirinya. Misalnya saja seseorang yang sangat pemalu dan tidak akan mungkin berani mengetuk pintu rumah orang yang tidak dikenalnya untuk menginjil, tetapi melalui serangkaian proses latihan, ia akan melakukannya.

Bandingkan dengan proses seorang non Kristen yang dibaptis oleh pendeta/pastor. ia dapat mengikuti katekisasi selama 12 kali pertemuan (3 bulan) bahkan ada yang 3 kali pertemuan saja; lalu ia dibaptis. Atau bahkan seseorang yang masuk sekolah teologi pun (seminari) hanya belajar +/-4 tahun lamanya dan setelah lulus S1 tidak beroleh proses belajar lagi, kecuali dia melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Tetapi intinya, proses belajar secara institusi terhenti. Tetapi tidak demikian dengan Saksi Yehuwa atau pengikut kultus lainnya. Selama mereka menjadi anggotanya, maka proses belajar (lebih tepatnya indoktrinisasi atau internalisasi) terus terjadi karena jika terhenti maka lambat laun kondisi mind control akan memudar.

Jika seseorang mengetahui dari awalnya agenda atau tujuan badan pimpinan Saksi Yehuwa sebenarnya seperti yang saya uraikan di atas maka seperti ilustrasi katak tersebut; ia akan loncat keluar alias menolak ajaran Saksi tersebut. Misalnya, para pengikut kultus Jim Jones, bersediakah mereka mempercayai Jim Jones yang mengklaim sebagai inkarnasi Yesus, Buddha, menyerahkan uang dan diajak bunuh diri massal jika dari awalnya mereka mengetahui klaim dan ajakan Jones tersebut? Saya yakin tidak. Para pengikut People's Temple percaya dan menerima klaim-klaim dan ajakan Jones setelah mereka mendedikasikan dirinya kepada Jones.



Oleh karena itu dikatakan bahwa pemimpin kultus memiliki agenda yang tersembunyi (hidden agenda) di mana calon korbannya tidak tahu dan sadar bahwa ia dipersuasi dan dimanipulasi secara psikologi (disebut sebagai mind control, coersive persuasion atau thought reform); halus dan tersembunyi untuk melakukan keinginan pemimpin kultus. Jika pemimpin kultus secara terang-terangan meminta seseorang untuk mengerjakan sesuatu misalnya diperbudak  (tidak dibayar) untuk memperbesar bisnis organisasi dan program member get member maka secara otomatis orang tidak akan mau melakukan kehendaknya. Tidak ada seorang pun yang mau hidupnya dimanfaatkan, didikte dan dibodohi oleh orang lain. Oleh sebab itu, agar tujuan dapat tercapai maka ayat-ayat Alkitab digunakan sebagai pembenaran agar menjadi halus dan tersembunyi. Dengan pembuktian adanya ayat-ayat Alkitab yang mendukung, misalnya menjadikan seluruh orang menjadi murid berdasarkan Mat 28: 19-20 dan mengikuti jejak Yesus mengajar dari rumah ke rumah (Mat. 10:7, 11-13) maka semuanya menjadi terlihat sah dan memiliki alasan yang jelas. Ini kata Cult Education Institute tentang kultus:

Orang yang menjadi anggota kultus tidak tahu bahwa perekrut mereka memiliki sebuah agenda tersembunyi. Jika awalnya mereka tahu maksud sebenarnya dari kelompok tersebut - kemungkinan besarnya mereka akan menolak persuasi mereka. Adalah wajar bagi kebanyakan orang tidak ingin orang lain mendikte mereka. Memang, bagi sebagian besar masyarakat ini kerap tampak sombong jika tidak menghina. Seorang psikolog terhormat, Margaret Thaler Singer, yang telah mempelajari kontrol pikiran sejak tahun 1950-an, menyatakan bahwa selama proses indoktrinasi, perekrutan kultus tidak menyadari betapa dia sedang berubah. George Orwell mengerti bahwa manipulasi yang sukses adalah "halus dan tersembunyi" (Singer 1996). Munculnya seorang panutan (Big Brother) yang ramah adalah cara terbaik untuk mengendalikan seseorang. Kebanyakan orang tidak menanggapi upaya persuasi yang dilakukan secara terang-terangan.

People who become cult members do not know that their recruiters have a hidden agenda. If they did initially know the actual intentions of the group--it is more likely they would resist their persuasion. It is natural for most people to not want others dictating to them. Indeed, for most of society this often seems presumptuous if not insulting. A respected psychologist, Margaret Thaler Singer, who has studied mind control since the 1950s, states that during the indoctrination process, the cult recruit is not aware how much he or she is changing. George Orwell understood that successful manipulation is "subtle and covert" (Singer 1996). The appearance of a benign Big Brother is the best way to ultimately control someone. Most people do not respond to overt efforts of persuasion. (di sini)
Saya juga ingin pembaca mendengar kesaksian Prof. Jimly Asshiddiqie, saya yakin Jimly tidak mengetahui detailnya apa dan mengapa, yang berbagi cerita tentang keponakannya dalam video di bawah ini yang membuktikan bahwa proses indoktrinisasi terjadi melalui sebuah proses, tidaklah instant. Dan bagaimana seseorang dapat berubah secara total secara pikiran, perilaku dan emosi tanpa disadari oleh dirinya karena ia beroleh indoktrinisasi/internalisasi yaitu menganggap berdasi kafir dan berhenti kerja karena lingkungannya dianggap kafir dan menggenakan attribute pakaian yang sesuai dengan identitas kelompoknya; celana ngatung:


Prof. Jimly Asshiddiqie yang berbagi cerita tentang keponakannya: “Saya juga mengalami. Ada keluarga saya. Pakai dasi, gajinya sudah lumayan. Keponakan saya. Suatu hari ia berkenalan dengan pengajian. Satu minggu kemudian, sudah lepas dasinya. Saya tanya kenapa? “Kafir Oom. . . Kafir”. Yahh dia pakai dasi itu udah kafir. Sesudah satu bulan, dia minta berhenti lagi dari kantor itu. Loh kenapa berhenti. “Ya itu. Lingkungan kerjanya kafir semua”. Akhirnya dia berhenti, lalu saya lihat 3 bulan kemudian, saya lihat celananya sudah ngatung. Saudara-Saudaraa, ini kejadian. Ini orang korban. Ini orang korban. Jadi bagaimana. Dan korban seperti ini banyak. . . .

Oleh karena itu, saya tidak henti-hentinya menghimbau kepada orang Kristen pembaca blog ini agar mereferensikan blog ini kepada rekan Kristen lainnya agar mereka terhindar dari jeratan kultus badan pimpinan Saksi Yehuwa. Kita tidaklah perlu menginformasikan tentang ajaran Saksi Yehuwa yang katanya diklaim didasarkan pada Alkitab melainkan menyampaikan klaim-klaim sepihak Saksi Yehuwa yang dapat Saudara baca di Orang Lugu Percaya Setiap Perkataan, Tapi yang Cerdas Meminta Bukti maka saya percaya bahwa sahabat dan keluarga Saudara tidak akan mau menjadi anggota Saksi Yehuwa.

Bagaimana pendapat Saudara tentang artikel Mengapa Seseorang Terpengaruh dan Menjadi Saksi Yehuwa?

Untuk mengetahui siapa dan apa di balik organisasi dan ajaran Saksi Yehuwa, silahkan klik Membongkar Inti Agama Saksi Yehuwa: Kristen Sejati, Sesat atau Kultus? dan buktinya sendiri apakah organisasi Saksi Yehuwa sebuah gerakan Kristen sejati ataukah grup kultus berkedok agama Kristen berdasarkan publikasi dan praktek yang diterapkan dan diajarkan di dalam organisasi tersebut.

Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. (Yakobus 3:17)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Tolong SEBUTKAN Nama Atau Initial Anda saat memberi komentar agar memudahkan Mitra diskusi Anda mengidentifikasikan Anda.

Non Kristiani, mohon tidak memberi komentar.

Jika Anda ingin komentar, silahkan klik DI SINI DULU

.