Mengapa Menjadi Saksi Kristus, Bukan Yehuwa (Kisah 1:8)?

alkitab membuktikan bahwa setiap orang kristen harus menjadi saksi yesus bukan saksi yehuwa
Menjadi Saksi Kristus atau Yehuwa?
NAMA SAKSI-SAKSI Yehuwa dicetuskan oleh presiden ke-2 Lembaga Alkitab dan Risalah Menara Pengawal, Joseph F Rutherford pada tahun 1931. Sebelumnya di bawah kepemimpinan pendiri organisasi yaitu Charles T. Russell bernama Siswa-Siswa Alkitab.   

Buku terbitan Lembaga Menara Pengawal berjudul “BERTUKAR PIKIRAN” hlm. 328 (online di sini) mendefinisikan Saksi-Saksi Yehuwa sebagai: “Masyarakat Kristen yang terdapat di seluruh dunia yang bersaksi dengan aktif mengenai Allah Yehuwa dan maksud-tujuan-Nya berkenaan dengan umat manusia. Kepercayaan mereka didasarkan hanya pada Alkitab.” Lalu dari manakah nama Saksi-Saksi Yehuwa diperoleh? Dari kitab Perjanjian Lama Yesaya 43:10; “’KAMULAH saksi-saksiku,’ demikian ucapan Yehuwa, ’hambaku yang telah kupilih.’”

Saya percaya sebenarnya pemilihan nama berdasarkan Perjanjian Lama bukanlah sebuah kebetulan. Mengapa?

Pertama, karena itu janji-janji Alkitab yang ada di Perjanjian Baru hanya bagi kaum terurap yang berjumlah 144,000 orang saja, bukan bagi jutaan Saksi Yehuwa yang salah satunya Anda jumpai keliling dari rumah ke rumah ataupun berdiri tempat umum seperti di halte bus ataupun di taman-taman dan lain-lain tempat.

Kedua, karena itu janji-janji Perjanjian Baru hanya berlaku bagi kaum terurap saja sehingga jutaan Saksi Yehuwa lainnya secara otomatis beroleh janji-janji berdasarkan pada ajaran mitos dan dusta yang diciptakan berdasarkan opini pribadi dari badan pimpinan Saksi Yehuwa, sebagai golongan hamba setia di mana seluruh sumber opini doktrin Saksi Yehuwa berasal. Misalnya saja doktrin Lahir Baru Hanya Bagi 144,000 orang saja, Yesus Bukanlah Pengantara Bagi Jutaan Saksi Yehuwa melainkan hanya bagi 144,000 orang saja, Jutaan Saksi Yehuwa Bukanlah Anak-Anak Allah, dan lain-lain doktrin palsu dan mitos lainnya yang bisa Saudara klik di sini

Ketiga, inilah yang menurut saya sangat ironis dan menyedihkan. Jika seorang Saksi Yehuwa ditanya mengapa Saksi Yehuwa menginjil dari rumah ke rumah maka dijawab bahwa mereka mengikuti perintah Yesus. Benarkah? Saya rasa tidak! Mengapa? Yesus tidak pernah meminta setiap murid-Nya untuk menjadi Saksi bagi Yehuwa melainkan Saksi bagi diri-Nya! Kita lihat di Kisah 1:8:

kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.
Sudahkah Saudara lihat Kisah 1:8? Yesus mengatakan kamu akan menjadi Saksi-Ku yaitu Saksi Yesus, bukan Saksi Yehuwa. Dan ini lucunya, tidak ada satupun ayat Alkitab yang meminta seseorang untuk menjadi Saksi Yehuwa! Tentunya, jika Saksi Yehuwa mengklaim bahwa seluruh pengajarannya berdasarkan Alkitab maka tolong sebutkan satu ayat Alkitab saja yang meminta seseorang untuk menjadi Saksi Yehuwa. Mengapa saya meminta bukti ini?

Karena Yesaya 43:10: “’KAMULAH saksi-saksiku,’ demikian ucapan Yehuwa,’” merupakan sebuah kalimat pernyataan. Sebaliknya Kisah 1:8 Yesus mengatakan “kamu akan menjadi saksi-Ku”. Ada kata “menjadi” di mana salah satu artinya dalam kamus bahasa Indonesia berarti: diangkat, dipilih, atau menjabat pekerjaan (sebagai). Jadi setiap orang Kristus memang seharusnya adalah Saksi-Saksi atau duta-duta atau utusan-utusan Kristus (2 Kor. 5:20), bukan Saksi Yehuwa. 


Ketika Allah mengatakan “KAMULAH saksi-saksiku” (Yes. 43:10) banyak ditafsirkan para teolog sebagai pernyataan Allah kepada bangsa Israel yang telah menyaksikan karya dan perbuatan Allah yang penuh kuasa dan dahsyat secara langsung saat Musa membawa mereka keluar dari perbudakan tanah Mesir, misalnya 10 tulah dan membelah laut Teberau. Oleh karena itu, dikatakan “KAMULAH saksi-saksiku” memaksudkan bangsa Israel yang menyaksikan perbuatan dan karya Allah tersebut secara langsung.

Jadi dari penjelasan di atas, saya percaya dari penentuan nama saja yaitu Saksi-Saksi Yehuwa tidaklah berdasarkan Alkitab, melainkan mitos rekaan Joseph Rutherford. Saksi-Saksi Yehuwa seharusnya “bersaksi dengan aktif mengenai” Yesus Kristus karena Yesus meminta agar setiap murid-Nya menjadi Saksi-Nya, bukan Allah Yehuwa.

Soli Deo Gloria

Bagaimana pendapat Saudara artikel Mengapa Menjadi Saksi Kristus, Bukan Yehuwa?

Untuk mengetahui siapa dan apa di balik organisasi dan ajaran Saksi Yehuwa, silahkan klik Membongkar Inti Agama Saksi Yehuwa: Kristen Sejati, Sesat atau Kultus? dan buktinya sendiri apakah organisasi Saksi Yehuwa sebuah gerakan Kristen sejati ataukah grup kultus berkedok agama Kristen berdasarkan publikasi dan praktek yang diterapkan dan diajarkan di dalam organisasi tersebut.

Karena Kristus-Kristus palsu dan nabi-nabi palsu akan tampil dan akan memberikan tanda-tanda yang hebat dan keajaiban-keajaiban untuk menyesatkan, jika mungkin, bahkan orang-orang pilihan. (Mat. 24:24, TDB)

1 komentar :

  1. Saksi Yehuwa ya itu jajaran para nabi PL, ada nabi Nuh, nabi Elia, nabi Musa, nabi Yeremia, nabi Yesaya, nabi Nathan, nabi Yehezkiel, nabi Elisa, dll.

    Serta orang yg terpilih Allah sendiri, misal Abraham, Ishak, Yakub, Daud, Salomo, Yosua, Samuel, Simson, dll.

    Diluar itu ya umat Allah. Nggak usah asal klaim saksi Yehuwa, hukumannya berat.
    Saksi palsu kuhp bisa 7 th dipenjara, apalagi ini ngaku saksi-saksi Yehuwa.

    Salam
    AS

    BalasHapus

Tolong SEBUTKAN Nama Atau Initial Anda saat memberi komentar agar memudahkan Mitra diskusi Anda mengidentifikasikan Anda.

Non Kristiani, mohon tidak memberi komentar.

Jika Anda ingin komentar, silahkan klik DI SINI DULU

.