Mengupas Opini Manusia Diklaim Bersumber dari Yehuwa

badan pimpinan saksi yehuwa ketika berbicara sebuah kebenaran ataukah opini
Ketika Badan Pimpinan Berbicara, Kebenaran ataukah Opini?
PERNAHKAH SAUDARA MENONTON film Bicentennial Man yang diperankan oleh Robin Williams? Film tersebut menceritakan tentang suatu tokoh robot bernama Andrew yang bisa mengerjakan banyak hal layaknya seorang manusia. Meskipun Andrew memiliki kepandaian dan kecerdasan yang luar biasa dibandingkan dengan seorang manusia. Tetapi tetap saja bagaimanapun juga, Andrew adalah sebuah robot, ciptaan manusia.

Bagaimana jika seseorang yang mengaku dirinya sebagai juru bicara dari pencipta Andrew tetapi kemudian salah mengenal robot Andrew sebagai sang pencipta dan sebaliknya pencipta Andrew dianggap sebagai ciptaan? Bukankah kesalahan ini menunjukkan bahwa juru bicara tersebut sebenarnya palsu karena jika memang benar-benar juru bicara sang pencipta; mustahil dapat keliru, bukan? 


Demikian juga ajaran Saksi Yehuwa yang kerapkali salah mengindentifikasikan identitas Yehuwa sebagai Sang Pencipta dengan Yesus Kristus yang dicipta ketika menafsirkan suatu ayat Alkitab. Salah satu contohnya Maleakhi 3:1: ”Lihat! Aku mengirim utusanku, dan ia akan mengosongkan jalan di depanku. Dengan mendadak Tuan yang benar, yang kamu sekalian cari, akan datang ke bait-Nya, serta utusan perjanjian, yang kepadanya kamu merasa senang. Lihat! Ia pasti akan datang,” kata Yehuwa yang berbala tentara (TDB).

Pada majalah Menara Pengawal tahun 1981, organisasi Saksi Yehuwa beropini bahwa ’keturunan Abraham’ yang akan datang di Mal. 3:1 adalah Yesus , ciptaan pertama Allah  menurut teologi Saksi Yehuwa: 

Namun, siapakah ”penjaga” pintu ini? Ternyata ia adalah Yohanes Pembaptis, seorang pria dari keluarga imam, suku Lewi. Allah telah berjanji akan mengutus seorang pelopor sebelum datangnya ”keturunan” Abraham yang dijanjikan. Di Maleakhi 3:1 dinubuatkan, ”’Lihat, Aku menyuruh utusanKu, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapanKu! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke baitNya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang,’ firman TUHAN [Yehuwa] semesta alam.” (Mrk. 1:1-11) Karena itu Yohanes mengharap-harapkan datangnya ’keturunan Abraham’ yang dijanjikan dan, sesuai dengan itu, ia adalah salah seorang yang bersifat domba seperti halnya orang-orang yang berada dalam kandang domba yakni penyelenggaraan Perjanjian Abraham. Tetapi, Yohanes dibunuh setelah setahun atau lebih pelayanannya yang istimewa. Jadi ia tidak hidup terus sampai Pentakosta 33 M. untuk menjadi salah seorang dari ”kawanan kecil” waris-waris terurap dari kerajaan surga.—Mat. 11:11-14; 14:1-12; Luk. 12:32; Gal. 3:16. (w81_No.36 hlm. 2 par. 10)
Anehnya, buku “Hari Yehuwa” yang diterbitkan tahun 2006 hlm. 179 dan juga Menara Pengawal 2007 menyebut bahwa Yehuwa adalah Tuan yang benar yang akan datang di Mal. 3:1:

KITA hidup pada masa penghakiman sekaligus berkat. Kinilah masa kemerosotan agama sekaligus pemulihan rohani. Saudara pasti menginginkan berkat dan juga hasil-hasil bagus dari pemulihan rohani tersebut baik sekarang maupun di masa depan! Tetapi, bagaimana Saudara bisa yakin akan menerima hasil-hasil bagus itu? Jawabannya berkaitan dengan sebuah nubuat yang penggenapan utamanya terjadi tidak lama setelah ”hari-hari terakhir” dimulai pada tahun 1914. (2 Timotius 3:1) Maleakhi menubuatkan, ”’Tuan yang benar [Yehuwa], yang kamu sekalian cari, akan datang ke bait-Nya, serta utusan perjanjian, yang kepadanya kamu merasa senang. Lihat! Ia pasti akan datang,’ kata Yehuwa yang berbala tentara.”—Maleakhi 3:1. (Hari Yehuwa, Hlm. 179, online di sini)

Maleakhi menubuatkan bahwa Yehuwa, ”Tuan yang benar”, beserta ”utusan perjanjian”-Nya, yakni Putra-Nya yang baru ditakhtakan, Kristus Yesus, akan datang untuk menghakimi dan menginspeksi ”bait-Nya”, atau rumah ibadat rohani-Nya. ”Waktu yang ditetapkan” untuk ’penghakiman atas rumah Allah’ itu ternyata dimulai pada tahun 1918. (Maleakhi 3:1; 1 Petrus 4:17) Mereka yang mengaku mewakili Allah dan ibadat sejati-Nya di bumi sudah sepantasnya diperiksa. Gereja-gereja Susunan Kristen, yang selama berabad-abad mengajarkan berbagai doktrin yang mencela Allah dan sangat terlibat dalam pembantaian pada Perang Dunia I, ditolak. Kaum sisa yang setia dari orang-orang Kristen yang diurapi roh diuji, dimurnikan seolah-olah dengan api, dan diperkenan, lalu menjadi bagi Yehuwa ”umat yang memberikan persembahan pemberian dengan keadilbenaran”.—Maleakhi 3:3. (Menara Pengawal 1/4/2007, hlm. 22 online di sini)
Tetapi majalah Menara Pengawal mengajarkan pemahaman yang kembali ke tahun 1980 lagi yaitu Yesus lah yang datang (Mal. 3:1):

Dahulu, kami menyebutkan dalam publikasi bahwa empat pernyataan terakhir itu menunjuk ke waktu Yesus tiba, atau datang, pada tahun 1918. Misalnya, perhatikan pernyataan Yesus tentang ”budak yang setia dan bijaksana”. (Baca Matius 24:45-47.) Pengertian kita selama ini adalah bahwa kata ”datang” di ayat 46 berkaitan dengan waktu ketika Yesus datang untuk menginspeksi keadaan rohani kaum terurap pada tahun 1918 dan bahwa budak itu diangkat untuk mengurus semua harta Majikannya pada tahun 1919. (Mal. 3:1) Namun, setelah memeriksa lebih jauh nubuat Yesus, kami mendapati bahwa pengertian kita tentang kapan digenapinya aspek-aspek tertentu dari nubuat Yesus perlu disesuaikan. Mengapa? (Menara Pengawal, 15/7/2013, hlm 8 online di sini)
Sudahkah Saudara lihat pemahaman yang bolak-balik dari organisasi Saksi Yehuwa tentang identitas Tuan yang benar di Mal. 3:1 tersebut? Saya percaya bahwa apa yang dilakukan oleh organisasi bukanlah menafsirkan Alkitab melainkan beropini atas isi Alkitab karena hanya jika seseorang beropini maka pendapatnya bisa bolak-balik. Sebaliknya, jika memang Roh Kudus benar-benar memimpin seseorang kepada seluruh kebenaran maka hasilnya pun akan teguh, akurat dan tidak berubah sepanjang zaman (Yoh. 16:13). Bandingkan dengan orang Kristen sejati yang menafsirkan Alkitab; tidak bolak-balik seperti opini Saksi Yehuwa terhadap isi Alkitab.   


Padahal jika kita kaji pernyataan-pernyataan organisasi Saksi Yehuwa mengklaim hal-hal yang luar biasa untuk dirinya sendiri seolah-olah publikasnya bersumber ilahi karena Allah yang mengendalikan dan langsung memberikan penyingkapan kepadanya. Contohnya dapat kita lihat Menara Pengawal mengklaim kelimpahan makanan rohani dan rincian yang menakjubkan tujuan Yehuwa telah disingkap kepada kaum terurap oleh Allah seperti kepada zaman para rasul, Kristen abad pertama:

Seperti Yehuwa menyingkap Kebenaran-Nya melalui sidang Kristen abad pertama demikian juga Ia melalui sidang Kristen dewasa ini. Melalui wakil ini Ia telah melakukan nubuatan pada skala yang intensif dan tak tertandingi. Semua aktivitas ini bukan kebetulan. Yehuwa adalah satu di belakang semua ini. Kelimpahan makanan rohani dan rincian yang menakjubkan tentang tujuan Yehuwa yang telah disingkap kepada kaum terurap Yehuwa adalah bukti nyata bahwa mereka adalah orang-orang yang disebutkan oleh Yesus ketika dia meramalkan golongan “hamba setia dan bijaksana” yang akan digunakan untuk menyebarkan penyingkapan progresif Allah di hari-hari terakhir ini. Kepada golongan ini Yesus berkata: “Sesungguhnya aku berkata kepadamu, Dia akan menunjuknya atas semua kepunyaannya.”—Matt. 24:47

As Jehovah revealed his truths by means of the first-century Christian congregation so he does today by means of the present-day Christian congregation. Through this agency he is having carried out prophesying on an intensified and unparalleled scale. All this activity is not an accident. Jehovah is the one behind all of it. The abundance of spiritual food and the amazing details of Jehovah’s purposes that have been revealed to Jehovah’s anointed witnesses are clear evidence that they are the ones mentioned by Jesus when he foretold a “faithful and discreet slave” class that would be used to dispense God’s progressive revelations in these last days. Of this class Jesus said: “Truly I say to you, He will appoint him over all his belongings.”—Matt. 24:47. (Menara Pengawal, 15/6/1964 hlm. 365)
Dalam publikasi Menara Pengawal berikut ini juga mengklaim bahwa bimbingan-Nya begitu jelas sehingga setiap Saksi perlu menanggapi bimbingan dan arahan Yehuwa dengan serius:

Dewasa ini, Yehuwa menggunakan Alkitab, roh kudus-Nya, dan sidang untuk membimbing kita. (Kis. 9:31; 15:28; 2 Tim. 3:16, 17) Bimbingannya begitu jelas, sampai kita seolah-olah mendengar Dia berbicara kepada kita, ”Inilah jalan. Berjalanlah mengikutinya.” (Yes. 30:21) Yehuwa juga menggunakan Yesus untuk menyampaikan suara-Nya kepada kita. Dia melantik Yesus untuk memimpin sidang melalui ”budak yang setia dan bijaksana”. (Mat. 24:45) Kita perlu menanggapi bimbingan dan arahan dari Yehuwa dengan serius karena tanggapan kita akan menentukan apakah kita mendapat kehidupan abadi atau tidak.—Ibr. 5:9. (Menara Pengawal, 15/8/2014, hlm. 21 online di sini)
Kembali kita lihat klaim yang luar biasa dari organisasi Saksi Yehuwa tentang Menara Pengawal yang bersumber ilahi karena Menara Pengawal bukan alat manusia manapun dan tidak dipublikasikan menurut keinginan manusia sehingga tidak ada opini manusia yang diekspresikan di dalam majalah tersebut karena Allah memberikan makanan rohani kepada umat-Nya sendiri:

The Watchtower is not the instrument of any man or set of men, nor is it published according to the whims of men. No man's opinion is expressed in The Watchtower. God feeds his own people, and surely God uses those who love and serve him according to his own will. Those who oppose The Watchtower are not capable of discerning the truth that God is giving to the children of his organization, and this is the very strongest proof that such opposers are not of God's organization. (Watchtower 1931 Nov 1 p.327)
Menganalisa kutipan-kutipan tersebut, mungkinkah Allah Yehuwa bisa salah memberikan informasi kepada golongan hamba setia perihal jati diri-Nya sehingga bertukar posisi; dari posisi sebagai ciptaan menjadi Pencipta dan kemudian balik lagi kepada posisi ciptaan-Nya, Yesus Kristus? Apakah Yehuwa akan senang, memberkati dan mempercayai golongan hamba setia jika golongan ini melakukan kesalahan fatal yang demikian? Kesalahan identitas ini bukanlah yang pertama kali. Artikel Bukti Yehuwa Tidak Percaya Budak Setia dan Bijaksana! juga menganalisa kesalahan yang sama yang dilakukan hamba setia ini. 

Menganalisa fakta-fakta tersebut, saya percaya bahwa apa yang dipublikasikan dalam Menara Pengawal adalah opini manusia yang diklaim bersumber dari Allah. Ini adalah kesaksian mantan Saksi Yehuwa yang bertobat tentang ajaran yang diyakininya dulu sebagai kebenaran: 

Saya Hutasoit. sudah keluar dari SSY, . . . Gereja jauh lebih bagussss dari penatuanya dan isi yg diajarkannya. . .  saya sekarang aktif ke Gereja.. dan dengan sedih saya bilang kegiatan perintis yang dulu saya jalani.. riset Menara Pengawal dari Buku2 WTW itu banyak yg ternyata HOAX.. sejarah yg dikutip.. narsum yg disebut seolah mendukung doktrin WTW ternyata setelah saya cek ulang banyak yg bohongnya dan fiktif!!! saya cuma bingung kok WTW tega sama anggota sidang?? . . . . MENYESAL SAYA MEMJADI SSY BERTAHUN2 DAN DI BOHONGI MENTAH2 UNTUK MENELAN AJARAN MERANGKAI KATA ALKITAB UNTUK KEPERLUAN WTW...yg parah sejarah bisa dikarang utk seolah mendukung doktrin... wah keterlauan kalian Badan Pimpinan dan Hamba setia dan bijaksana.... kenapa sih kalian tega nipu kita2??? kenapa kalian sumpelin dengan doktrin yang dasarnya ngga jelas??? . . . (di sini. Pembaca silahkan klik link itu untuk melihat pernyataannya lebih detail)
Bagaimana pendapat Saudara artikel Bukti Yehuwa Tidak Percaya Budak Setia dan Bijaksana!

Untuk mengetahui siapa dan apa di balik organisasi dan ajaran Saksi Yehuwa, silahkan klik Membongkar Inti Agama Saksi Yehuwa: Kristen Sejati, Sesat atau Kultus? dan buktinya sendiri apakah organisasi Saksi Yehuwa sebuah gerakan Kristen sejati ataukah grup kultus berkedok agama Kristen berdasarkan publikasi dan praktek yang diterapkan dan diajarkan di dalam organisasi tersebut.

Karena Kristus-Kristus palsu dan nabi-nabi palsu akan tampil dan akan memberikan tanda-tanda yang hebat dan keajaiban-keajaiban untuk menyesatkan, jika mungkin, bahkan orang-orang pilihan. (Mat. 24:24, TDB)

4 komentar :

  1. Mending kalo opininya BENAR, kalo salah yg disalahkan siapa? Hayo

    Pembaca opini yg salah (salah sendiri percaya buta opini bplmp)

    Salam
    AS

    BalasHapus
  2. Opininya dilarang menonton film, eeeeh ....gak taunya ada anggota bplmp yg nonton terminator arnold schwarzeneger.

    Salam
    AS

    BalasHapus
  3. Tetapi, Yohanes dibunuh setelah setahun atau lebih pelayanannya yang istimewa. Jadi ia tidak hidup terus sampai Pentakosta 33 M. untuk menjadi salah seorang dari ”kawanan kecil” waris-waris terurap dari kerajaan surga.—Mat. 11:11-14;

    Itu potongan dr kutipan pertama, yaitu opini bahwa Yoh Pembaptis tidak masuk surga (opini anti mainstream)
    Ternyata alasan tidak masuk surga opininya krn terlanjur dibunuh shg tidak sampai Pentakosta bersama murid Yesus yg lain.

    Alamak opini payah.

    Salam
    AS

    BalasHapus
  4. Hutasoit kesal opini salah ngantri untuk dihapalin.

    Salam
    AS

    BalasHapus

Tolong SEBUTKAN Nama Atau Initial Anda saat memberi komentar agar memudahkan Mitra diskusi Anda mengidentifikasikan Anda.

Non Kristiani, mohon tidak memberi komentar.

Jika Anda ingin komentar, silahkan klik DI SINI DULU

.