Badan Pimpinan Membentuk Pola Pikir Saksi Yehuwa

Memaksakan Kehendak, Masuk Akalkah? 
MAJALAH MENARA PENGAWAL 15 Sept. 2015, hlm. 10 membahas hal yang sangat menarik untuk dikaji yaitu bagaimana organisasi Saksi Yehuwa menyarankan para anggotanya, Saksi-Saksi Yehuwa bersikap “masuk akal” untuk  tidak memaksakan sarannya kepada orang lain. Dalam contoh kasusnya, majalah tersebut mengillustrasikan sepasang suami istri yang mendesak teman-temannya untuk minum suplemen makanan tertentu. Tentunya suami istri itu berhak memutuskan bagi diri mereka sendiri untuk mencoba sumplemen dan diet tertentu, tetapi sangatlah lucu jika pasangan tersebut memaksakan kehendaknya kepada teman atau saudaranya turut juga mencobanya, bukan? Mengapa? Karena keuangan dan yang utamanya kebutuhan akan suplemen dan diet tertentu tentunya berbeda pada masing-masing individu, bukan?

Saya percaya apa yang dikatakan oleh majalah Menara Pengawal itu sangatlah masuk akal. Berikut kutipannya:

Orang Kristen yang masuk akal tidak berusaha memaksa orang lain mengikuti sarannya. Di sebuah negeri, sepasang suami istri mendesak saudara-saudari minum suplemen makanan tertentu dan menjalani diet tertentu. Beberapa orang berhasil dibujuk, tapi yang lainnya menolak. Ternyata, manfaatnya tidak terlihat, dan banyak yang menjadi kesal. Suami istri itu berhak memutuskan bagi mereka sendiri untuk mencoba suplemen dan diet tertentu. Tapi, apakah masuk akal kalau persatuan sidang terancam hanya karena perawatan kesehatan? Di Roma kuno, ada orang Kristen yang punya pendapat yang berbeda tentang beberapa makanan dan perayaan. Paulus menasihati mereka, ”Ada orang yang menilai suatu hari lebih penting daripada hari yang lain; orang lain menilai semua hari sama; hendaklah setiap orang yakin sepenuhnya dalam pikirannya sendiri.” Kita perlu berhati-hati agar tidak membuat orang lain tersandung.—Baca Roma 14:5, 13, 15, 19, 20. (Menara Pengawal, 15 Sept. 2015, hlm. 10, online di sini)
Sayangnya apa yang ditulis oleh badan pimpinan Saksi Yehuwa sebagai makanan rohani bagi jutaan Saksi Yehuwa itu hanyalah sebuah slogan dan semboyan yang baik sebagai pajangan saja dan hanya berlaku bagi setiap anggota Saksi Yehuwa agar tidak memaksakan kehendaknya kepada anggota lainnya. Nasihat yang baik bagi orang lain [para anggota] tetapi tidak berlaku bagi pemberi nasihat. Faktanya, badan pimpinan sekaligus golongan hamba setia bijaksana sebagai satu-satunya kelompok yang berhak menyediakan makanan rohani bagi setiap Saksi Yehuwa meminta agar para anggotanya menyantap, mencerna dan menyerap apapun juga yang diberikan golongan ini tanpa boleh menentang dan mengkritiknya meskipun makanan rohani itu tidaklah sesuai dengan pendapat pribadi ataupun penalaran para anggotanya. 

Dalam kutipan majalah Menara Pengawal 1/2/1952 hal. 79-80 juga diingatkan para anggotanya taat kepada organisasi ini agar tidak menolak, mengkritik dan berdalih terhadap makanan rohani yang disediakan golongan hamba setia. Jika mencoba-coba, maka organisasi menakut-nakuti agar tidak terjadi peristiwa seperti tokoh Korah dan Akhan, Saul dan Uzia yang menentang Allah. Siapakah Korah? Kita bisa baca kisah Korah Bil 16:1-33; di mana bani ini menentang Musa sehingga Allah menghukumnya dengan membelah bumi dan menelan para penentang-penentang Musa. Juga kisah Akhan yang mati dilempari batu karena mencuri di zaman Yosua. Demikian juga kisah Saul dan Uzia yang mendapatkan hukumannya. Jadi maksud organisasi Saksi Yehuwa adalah janganlah seperti mereka-mereka itu yang menentang dan melawan otoritas golongan ini yang dipakai oleh Allah. Berikut kutipannya dengan judul “Organisasi Teokratis Yehuwa Hari Ini”:

Allah Yehuwa berhubungan dengan umat-Nya melalui golongan hamba. Dia tidak memberi makan per individual dan juga tidak mengangkat seseorangpun. Tidak ada siswa Alkitab yang bisa menyingkap kehendak Allah atau menafsirkan FirmanNya. (2 Pet 1:20, 21) Allah menafsirkan dan mengajar, melalui Kristus sebagai Hamba Kepala, pada gilirannya menggunakan hamba bijaksana sebagai saluran yang kelihatan, organisasi teokratis yang kelihatan. Daud mendekati Allah melalui organisasi imam yang diwakili oleh Abyatar, yang memiliki baju efod; Dan seorang hamba hari ini juga harus menantikan organisasi Allah yang kelihatan untuk makanan rohani yang tepat waktu dan untuk petunjuk dalam pelayanan Kerajaan. (1 Sam 23: 6, 9-11; 30: 7, 8) Seperti yang diperlihatkan dalam ilustrasi talenta di mana jumlah berbeda yang disepakati di tiap hamba yang berbeda berdasarkan kemampuan mereka, maka orang-orang tua ditugaskan untuk pelayanan hak istimewa atas dasar kemampuan dan pengabdian dan kesiapan mereka untuk tunduk dan sesuai dengan petunjuk roh kudus. Yehuwa melalui Kristus menetapkan posisi pelayanan rumah tangga sebagai hamba bijaksana.-1 Kor. 12:18.

Kita harus menunjukkan pemahaman kita dalam masalah ini, menghargai hubungan kita dengan organisasi teokratis yang terlihat, mengingat nasib orang-orang seperti Korah dan Akhan, Saulus dan Uzia dan orang-orang lain yang melupakan tatanan teokratis. Apakah kita ditugaskan sebagai seseorang yang menghasilkan makanan untuk meja rohani? Tidak? Maka marilah kita tidak mencoba untuk mengambil alih tugas hamba. Kita harus menyantap dan mencerna dan menyerap apa yang ada di depan kita, tanpa menjauhkan diri makanan rohani karena hal itu mungkin tidak sesuai dengan keinginan kita. Kebenaran yang harus kita publikasikan adalah yang diberikan melalui organisasi sang budak, bukanlah pendapat pribadi yang bertentangan dengan apa yang diberikan oleh budak sebagai makanan tepat waktu. Yehuwa dan Kristus mengarahkan dan memperbaiki budak sesuai kebutuhan, bukan kita sebagai individual. Jika pada mulanya kita tidak melihat maksudnya kita harus terus berusaha untuk memahaminya, daripada menentang dan menolaknya dan dengan sombong mengambil posisi bahwa kita mungkin lebih baik daripada hamba yang bijaksana. Kita harus taat mengikuti organisasi teokratis Allah dan menunggu klarifikasi lebih lanjut, daripada menolak keras kesimpulan pertama karena sebuah pemikiran yang tidak menyenangkan bagi kita dan melanjutkan untuk berdalih dan memberi kritik dan opini kita seolah-olah nilainya lebih berharga dari pada penyediaan dari makanan rohani sang hamba. Warga teokratis akan menghargai organisasi Tuhan yang kelihatan dan tidak terlalu bodoh untuk melawan saluran Yehuwa dengan penalaran manusia, sentimen dan perasaan pribadi sendiri.
1
Bahkan dalam artikel Berpikir Mandiri dan Berpendapat Bebas, Bolehkah Bagi Saksi? majalah Menara Pengawal tidak membolehkan para anggotanya untuk berpikir bebas dan mandiri sekaligus juga tidak boleh meragukan nasihat yang disediakan oleh organisasi Allah yang kelihatan. Jika mencoba berpikir mandiri disebut sebagai angkuh. Dan jika meragukan nasihat disebut sebagai setan yang meragukan Allah yang melakukan segala sesuatu.

Jadi jelas dengan pemaksaan kehendaknya, badan pimpinan sebagai pemimpin kultus membentuk pola pikir anggotanya, Saksi Yehuwa agar sejalan, searah dan sesuai dengan ideologiya. Saya mengandaikan jika Saudara berukuran sepatu 42 dan badan pimpinan 40 maka setiap anggotanya harus memakai ukuran 40 milik badan pimpinan meskipun sakit dan jalannya terpinjang-pinjang. Pembentukan pola pikir sesuai dengan ideologi pemimpin kultus merupakan azas dasar kultus. Baca Proses Internalisasi Doktrin Absolute Kultus.

Pemaksaan pembentukan pola pikir agar mengikuti pemimpin kultus disebut sebagai cuci otak atau mind control atau coercive persuasion (persuasi yang dipaksakan). Mengapa disebut persuasi yang dipaksakan (coervice persuasion) padahal jika dipersuasi/dibujuk tentunya tidak boleh dipaksakan? Coervice persuasion hanyalah sebuah istilah. Proses cuci otak tampak luarnya terlihat tidak ada suatu paksaan. Para anggotanya kultus melakukannya dengan suka rela apa yang diminta oleh pemimpin kultus. Contoh coercive persuasion secara nyata ya dalam contoh ajaran Saksi Yehuwa ini yaitu setiap anggotanya harus dan hanya boleh menyantap, mencerna dan menyerap apapun ajaran badan pimpinan tanpa boleh mempertanyakan, mengkritisi ataupun melawannya. Inilah coercive persuasion sesungguhnya!

Jika Saudara ingin mengetahui gerakan apakah Saksi-Saksi Yehuwa itu; gerakan agama Kristen ataukah sebuah kultus berkedok agama Kristen. Silahkan klik artikel di bawah untuk mengetahuinya lebih jauh:


Mengakhiri artikel ini, saya ingin sekali lagi mengutip majalah Menara Pengawal di atas yang menyatakan berdasarkan Alkitab, “Di Roma kuno, ada orang Kristen yang punya pendapat yang berbeda tentang beberapa makanan dan perayaan. Paulus menasihati mereka, ”Ada orang yang menilai suatu hari lebih penting daripada hari yang lain; orang lain menilai semua hari sama; hendaklah setiap orang yakin sepenuhnya dalam pikirannya sendiri.” Kita perlu berhati-hati agar tidak membuat orang lain tersandung.—Baca Roma 14:5, 13, 15, 19, 20.” Kutipan itu benar dan menjadi alasan mendasar saya merayakan Natal ataupun ulang tahun karena sepenuhnya merupakan keyakinan berdasarkan pikiran saya sendiri (Baca di sini ulasannya). Tentunya pandangan saya ini berbeda dengan ajaran Saksi Yehuwa. Sayangnya, organisasi Saksi Yehuwa tidak mengikuti nasehatnya sendiri, yaitu dengan membiarkan para pengikutnya untuk memutuskan sendiri mengenai perayaan natal ataupun ulang tahun ataupun perayaan lainnya berdasarkan hati nuraninya masing-masing. Organisasi melarang para anggotanya merayakan hari raya Natal, ulang tahun dan lain-lain.

Soli Deo Gloria

Untuk mengetahui siapa dan apa di balik organisasi dan ajaran Saksi Yehuwa, silahkan klik Membongkar Inti Agama Saksi Yehuwa: Kristen Sejati, Sesat atau Kultus? dan buktinya sendiri apakah organisasi Saksi Yehuwa sebuah gerakan Kristen sejati ataukah grup kultus berkedok agama Kristen berdasarkan publikasi dan praktek yang diterapkan dan diajarkan di dalam organisasi tersebut.

Karena Kristus-Kristus palsu dan nabi-nabi palsu akan tampil dan akan memberikan tanda-tanda yang hebat dan keajaiban-keajaiban untuk menyesatkan, jika mungkin, bahkan orang-orang pilihan. (Mat. 24:24, TDB)


1Bahasa aslinya: Jehovah God deals with his people as a servant class. He does not feed each one individually nor does he appoint an individual over them. No individual student of God’s Word reveals God’s will or interprets His Word. (2 Pet. 1:20, 21) God interprets and teaches, through Christ the Chief Servant, who in turn uses the discreet slave as the visible channel, the visible theocratic organization. David approached God through the priestly organization represented by Abiathar, who had the ephod; and a servant of today must likewise look to God’s visible organization for spiritual food that is timely and for directions in Kingdom service. (1 Sam. 23:6, 9-11; 30:7, 8) Just as is shown in the illustration of the talents where different amounts were committed to different individual slaves on the basis of their abilities, so the domestics are assigned service privileges on the basis of their abilities and devotion and readiness to submit and conform to the leadings of the holy spirit. Jehovah through Christ sets the domestics in their service positions in the discreet-slave body.—1 Cor. 12:18.

We must show our understanding in these matters, appreciating our relationship to the visible theocratic organization, remembering the fate of those like Korah and Achan and Saul and Uzziah and others who forgot the theocratic order. Are we assigned as individuals to bring forth the food for the spiritual table? No? Then let us not try to take over the slave’s duties. We should eat and digest and assimilate what is set before us, without shying away from parts of the food because it may not suit the fancy of our mental taste. The truths we are to publish are the ones provided through the discreet-slave organization, not some personal opinions contrary to what the slave has provided as timely food. Jehovah and Christ direct and correct the slave as needed, not we as individuals. If we do not see a point at first we should keep trying to grasp it, rather than opposing and rejecting it and presumptuously taking the position that we are more likely to be right than the discreet slave. We should meekly go along with the Lord’s theocratic organization and wait for further clarification, rather than balk at the first mention of a thought unpalatable to us and proceed to quibble and mouth our criticisms and opinions as though they were worth more than the slave’s provision of spiritual food. Theocratic ones will appreciate the Lord’s visible organization and not be so foolish as to pit against Jehovah’s channel their own human reasoning and sentiment and personal feelings.


12 comments :

  1. Tidak ada satupun dari anggota Saksi Yehuwa yang diperbolehkan untuk berpikir bebas atau bernalar sendiri mengenai ayat-ayat dalam Alkitab.Jadi saya sangat setuju dengan artikel diatas, jika ada diantara anggota Saksi yang mencoba untuk mengkritik apapun kebijakan dari organisasi akan dianggap telah mencoba-coba menentang bahkan memiliki pikiran orang murtad.
    Saya sendiri mengalami hal ini...
    Semakin sering mempertanyakan kebijakan2 yang memberatkan seperti sumbangan-sumbangan entah apapun itu, maka akan semakin dikucilkan bahkan dijauhi oleh Gembala Penatua disidang karena tidak murah hati kepada organisasi.
    Saya bagaikan katak dalam tempurung....
    Pokoknya jangan banyak bertanya, terima saja...ini semboyan yg sering saya terima dari penatua

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Sdr Anonim

      Terima kasih atas konfirmasinya atas kebenaran yang saya sampaikan di dalam artikel ini.

      Maafkan saya jika mengatakan bahwa tidak boleh berpikir bebas dan mengkritisi ajaran sendiri membuktikan bahwa organisasi Saksi-Saksi Yehuwa bukanlah sebuah organisasi Kristen sejati, melainkan sebuah kultus berkedok agama Kristen. Oleh karena itu, gerakan ini harus dihambat penyebarannya dng cara memberikan informasi yg benar kepada orang Kristen yg awam akan pengajarannya sehingga tidak menjerat dan menipu orang kristen yg tulus mencara kebenaran.

      Bolehkah saya tahu sudah berapa lamakah Anda menjadi seorang Saksi Yehuwa?

      Bersediakah Saudara mengkonfirmasi kebenaran tulisan-tulisan di artikel ini?

      Mohon ketika lain kali Sdr berkomentar, tinggalkan suatu initial agar memudahkan kita utk berkomunikasi.

      Salam kasih Tuhan Yesus

      Delete
  2. Terima kasih telah menanggapi komentar saya diatas...

    Jika memang itu benar adanya mengapa harus minta maaf...saya sendiri memang merasakan hal itu...[cukup imani saja, itu kasarnya]
    Saksi Yehuwa sering mengatakan hal itu kepada orang Kristen sewaktu mengabar dari rumah ke rumah, termasuk saya sendiri...tapi saya tak menyadari kalau itupun berlaku buat saya juga....
    Saya sdh menjadi SY aktif selama 15 tahun, tapi pernah tdk aktif karena berbagai alasan...
    Tulisan saudara memang benar adanya dan bersumber dari tulisan organisasi itu sendiri...Tidak ditambahkan atau dikurangi sama sekali, dan saya mendukung hal itu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Anonim

      Terima kasih atas balasannya yg demikian cepat

      Anda berkata, "Saksi Yehuwa sering mengatakan hal itu kepada orang Kristen sewaktu mengabar dari rumah ke rumah, termasuk saya sendiri...tapi saya tak menyadari kalau itupun berlaku buat saya juga

      Komentar saya betapa seringnya kita dimanipulasi sedemikian rupa oleh organisasi SSY sehingga banyak hal kita lakukan tanpa menyadarinya.

      Tolong berilah komentar di setiap artikel ini agar dapat menjadi berkat bagi orang lain yg membacanya.

      Jika ada yg kurang pas bahasannya, silahkan pula komentari sehingga bisa saya koreksi

      Jika ada pertanyaan, silakan Sdr ajukan dan saya akan coba menjawabnya semampu saya
      Salam kasih Tuhan Yesus

      Delete
  3. Versi yg online biasanya kosmetik untuk memoles citra/ pencitraan bahwa saksi tidak pernah maksa orang pindah agama.....enak bener tuh contohnya suplemen makanan...jauuh amaat antara contoh dg kenyataan bahwa saksi punya target member baru.

    Salam
    AS

    ReplyDelete
  4. Kutipan kedua menunjukkan style NHK yg halus dlm memberi order. Intinya di pucuk akhir "jangan mbantah".

    Beda jauh dg Paulus yg singkat, padat, lurus. NHK boros, muter2, mletot. Dua paragraf abis buat intro.

    Salam
    AS

    ReplyDelete
  5. Kalau tidak maksa....nggak perlu klarifikasi segala, orang nggak protes.
    Terbukti maksa + klarifikasi diri innocent = publik justru tambah mencemooh.

    Itulah kebodohan jw.org

    Salam
    AS

    ReplyDelete
  6. Ajaran benar....kena bantah....yg membantah akan malu sendiri.
    Ajaran salah.....tidak dibantah....yg malu yg ngajar dan yg mendengar tapi diam tidak membantah.

    Bisa jadi proverb...hehe....

    Salam
    AS

    ReplyDelete
  7. Faktanya nih ya

    Saksi datang menyerang ajaran yg dianut tuan rumah berbekal buku bertukar pikiran.
    Saksi bertamu mengoyahkan iman tuan rumah berbekal apa yg sebenarnya Alkitab ajarkan.
    Saksi mengundang tuan rumah datang ke balai kerajaan
    Saksi meninggalkan suvenir majalah sample
    Saksi mensetankan yg tidak minat scr jujur.

    Haha....tidak maksa nih ye....baru tauu....

    Salam
    AS

    ReplyDelete
  8. Malu membantah, Tua di majalah....wkwkwk

    AS

    ReplyDelete
  9. Perintah nabi palsu NHK "jangan membantah".
    Perintah Paulus, Telanjangilah perbuatan2 kegelapan disekitarmu termasuk majalah MP.

    Jangan malah disimpan pajang di rak lemari ruang tamu, ...digeletakin.

    Ojek online aja bisa di cancel, majalah MP datang terus nggak bisa di cancel...

    Salam
    AS

    ReplyDelete
  10. Maaf sdr anonim diatas saya mau tanya hal berikut:
    1.saat anda sadar, lebih karena apa? Apakah ajarannya terlalu keras? Apakah suasananya udah gerah? Ataukah krn sebal diporotin? Ataukah hal lain? Bosan/ monoton?

    2. Kerusakan apa yg sdr rasakan pada pribadi / keluarga? Apakah finansial? Keluarga tidak harmonis lagi? Kehilangan banyak sahabat kah? Kehilangan waktu udah jelas, rugi berapa %dr waktu anda yg terkuras?

    Terima kasih jika sedia menjawab.

    Salam
    AS


    (Maaf Sdr. AS saya menanyangkan ulang komentar Anda tanpa kalimat-2 awalnya karena saya merasa tulisan tsb tidak tetap digunakan.

    Adalah wajar ketika seseorang keliru krn ketidak-tahuannya dan akhirnya sadar kesalahannya maka kita harus menghargainya tanpa menggunakan kalimat-2 yg kurang tepat.

    Sebuah kultus dapat menjerat dan memerangkap siapapun termasuk Anda.)

    ReplyDelete

Tolong SEBUTKAN Nama Atau Initial Anda saat memberi komentar agar memudahkan Mitra diskusi Anda mengidentifikasikan Anda.

Non Kristiani, mohon tidak memberi komentar.

Jika Anda ingin komentar, silahkan klik DI SINI DULU

.